Minggu, 29 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mailinda Eka Yuniza, Bauran Energi Indonesia Masih Didominasi Energi Fosil

Realisasi energi baru terbarukan (EBT) dalam bauran energi primer baru mencapai 13,1 persen pada 2023. Jauh dari target 23 persen pada 2025.

Rabu, 16 Juli 2025
A A
Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Mailinda Eka Yuniza. Foto Dok. FH UGM.

Guru Besar Fakultas Hukum UGM, Mailinda Eka Yuniza. Foto Dok. FH UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Mailinda juga menyoroti pentingnya benchmarking dalam pengembangan kebijakan transisi energi, baik di negara maju yang telah mengimplementasikan maupun negara berkembang.

“Negara-negara maju yang mendorong ER ini memberi pelajaran kepada Indonesia untuk dapat memastikan kerangka regulasi yang kuat. Dan komitmen terhadap dekarbonisasi jangka panjang,” tegas dia.

Sementara benchmarking terhadap negara berkembang menunjukkan upaya transisi energi yang didorong kombinasi dukungan internasional dan kebijakan nasional. Sekaligus memberi pelajaran bagi Indonesia untuk menggaet dukungan internasional, perencanaan yang matang, dan pendekatan inklusif untuk memastikan keadilan sosial pada proses transisi energi.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Mendesak UU Kehutanan Lama Dicabut, Diganti UU Kehutanan Baru yang Adil

Dengan memahami praktik internasional tersebut, Mailinda menyoroti bagaimana Indonesia dapat merumuskan pendekatan implementasi ER dengan melihat peluang dan tantangan yang ada di dalam negeri.

Adapun peluang yang meliputi penghematan biaya operasional PLTU yang sudah tua, membuka akses kesempatan memperoleh pendanaan internasional, mempercepat integrasi EBT dalam bauran energi nasional, dinilai telah menunjukkan political will yang kuat dalam komitmen mitigasi iklim global, dan transformasi ekonomi hijau.

“Bauran energi nasional masih didominasi oleh batubara dan minyak, juga perlu dukungan panduan perencanaan dan kebijakan yang memadai,” imbuh dia. [WLC02]

Sumber: UGM

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bauran energienergi baru terbarukanEnergi fosilFakultas Hukum UGMProf. Mailinda Eka Yuniza

Editor

Next Post
Wisatawan asal Swiss jatuh di Gunung Rinjani, 16 Juli 2025. Foto Dok. Kemenhut.

Lagi, Wisatawan Asal Swiss Jatuh di Gunung Rinjani dan Alami Patah Kaki

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media