Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Melengkapi Data Terserak 44 Tahun Banjir Bandang Sangiang

Penelitian ini juga merupakan upaya untuk menghadirkan berbagai informasi bencana alam yang terjadi masa lalu, melalui tiga sumber pengetahuan, yaitu tradisi lisan, publikasi geologi, dan pemberitaan media.

Selasa, 7 Januari 2025
A A
Peringatan 44 tahun banjir bandang dan longsor di Sangiang, 26 Desember 2024. Foto Dok. Tim Peneliti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad.

Peringatan 44 tahun banjir bandang dan longsor di Sangiang, 26 Desember 2024. Foto Dok. Tim Peneliti Prodi Ilmu Sejarah FIB Unpad.

Share on FacebookShare on Twitter

Sementara menurut Budi, kebermanfaatan penelitian ini tidak hanya menghasilkan beberapa temuan penting dalam bidang akademis, tetapi juga memberikan pengaruh dan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Sangiang.

“Kami dengan senang hati memberikan data dan temuan kami pada masyarakat untuk dipergunakan sebaik mungkin. Karena pada hakikatnya, suatu penelitian yang baik, dapat memberikan sumbangsih terhadap masyarakat, termasuk masyarakat yang diteliti. Semoga penelitian kami bisa bermanfaat untuk masyarakat Desa Sangiang,” ujar Budi.

Baca juga: Pemerintah Terapkan Biodiesel B40 Berbasis Minyak Sawit Per 1 Januari 2025

Penelitian tentang Bencana Sangiang ini mengusung judul riset “Antisipasi Bencana di Masa Depan Melalui Pelacakan di Masa Lalu dan Masa Kini”. Penelitian ini juga merupakan upaya untuk menghadirkan berbagai informasi bencana alam yang terjadi masa lalu, melalui tiga sumber pengetahuan, yaitu tradisi lisan, publikasi geologi, dan pemberitaan media.

Selain bencana Sangiang, peneliti juga melakukan riset seputar letusan Gunung Galunggung di Jawa Barat periode 1822 hingga 1990. Penelitian ini dikaji melalui pembacaan naskah, laporan kolonial, dan laporan geologis pascabencana dengan mencoba untuk mendefinisikan hubungan manusia dengan alam melalui narasi sakral tentang letusan Galunggung masa lalu.

Baca juga: Waspada Wabah Virus HMPV Merebak di Cina, Berisiko Bagi Anak-anak dan Lansia

Sementara pada tahun sebelumnya, para peneliti telah berhasil mengkaji pemetaan bencana masa lalu melalui pembacaan arsip kolonial. Hasil riset telah dipublikasikan pada “Patanjala: Historical Studies Journal, 34 (2), dengan judul “The Vulnerable Region: Disasters in West Java in the 19th and Early 20th Centuries”.

Secara umum, skema riset ini memiliki relevansi dengan upaya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana yang menjadi salah satu fokus pemerintah. Penelusuran dan pendokumentasian pengetahuan bencana masa lalu menjadi sangat signifikan seiring dengan kerentanan di berbagai wilayah Indonesia. Untuk itu, kajian sejarah bencana menjadi sangat penting sebagai studi yang bersifat mitigatif, antisipatif, dan aplikatif terkait potensi bencana di masa depan. [WLC02]

Sumber: Unpad

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Banjir Bandangbencana Sangaing 1980FIB UnpadKabupaten Majalengka

Editor

Next Post
Banjir landa empat desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, 7 Januari 2025. Foto Dok. BPBD Serdang Bedagai.

Banjir di Empat Desa Serdang Bedagai Akibat Tanggul Jebol

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media