Jumat, 25 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Banjir di Empat Desa Serdang Bedagai Akibat Tanggul Jebol

Selasa, 7 Januari 2025
A A
Banjir landa empat desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, 7 Januari 2025. Foto Dok. BPBD Serdang Bedagai.

Banjir landa empat desa di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, 7 Januari 2025. Foto Dok. BPBD Serdang Bedagai.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Banjir melanda empat desa di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa, 7 Januari 2025 pukul 03.30 WIB dini hari. Banjir ini disebabkan luapan Sungai Sibarau dan tanggul di dua titik sepanjang 30 meter dan 50 meter jebol. Air kiriman dari wilayah hulu di Simalungun turut memperparah situasi.

Berdasarkan informasi BPBD Serdang Bedagai, sebanyak 429 kepala keluarga terdampak, total 429 rumah terendam dan satu rumah dilaporkan rusak berat. Desa yang terkena dampak adalah Desa Bukit Cermin Hilir, Desa Martebing, Desa Bantan, dan Desa Aras Panjang.

Baca juga: Melengkapi Data Terserak 44 Tahun Banjir Bandang Sangiang

Hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa, dan pengungsian. Upaya penanganan banjir BPBD Serdang Bedagai terus memantau kondisi di lapangan dan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Koordinasi dengan perangkat desa, camat, dan dinas terkait juga dilakukan untuk mendukung proses penanganan dan pemulihan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Cuaca EkstremKabupaten Serdang BedagaiSungai meluaptanggul jebol

Editor

Next Post
Warga menunjukkan rumahnya yang terdampak banjir dan longsor di Sukabumi pada Desember 2024 yang telah diperbaiki dengan konsep Riksa, 8 Januari 2025. Foto Dok. BNPB.

Huntap Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Sukabumi Senilai Rp60 Juta

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media