Jumat, 3 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mendesain Kota Bandung Berbasis Mitigasi Tanah Bergerak Akibat Sesar Lembang

Design thinking bukan hanya tentang bagaimana kita selamat dari bencana, tetapi bagaimana mencegah potensi kerusakan akibat bencana.

Rabu, 16 April 2025
A A
Ilustrasi Sesar Lembang. Foto Istimewa.

Ilustrasi Sesar Lembang. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Secara perumusan empiris dengan panjang sesar 29 KM, jika bergerak bersama-sama akan menimbulkan kekuatan gempa sekitar 6.8-6.9 Mw. Aktivitas gempa bumi terakhir yang terekam seismograf BMKG terjadi pada tahun 2010-2012 sebanyak 14 kejadian gempa bumi. Serta hanya ada satu kali gempa bumi yang dirasakan, yaitu 28 Agustus 2011 yang dirasakan di wilayah Jambudipa Kuril.

Dari 2012 hingga saat ini (2021), belum ada aktvitas gempa bumi dan Sesar Lembang. Sampai saat ini, gempa bumi belum bisa diprediksi. Potensi kegempaan Sesar Lembang ada, hanya kapan waktunya, berapa besar magnitudonya, belum bisa diprediksi. Potensi kekuatan gempa bumi maksimumnya 6.8-6.9 Mw, tapi bisa saja energi yang direlease hanya 40 persen – 50 persen dari energi maksimum.

Sebuah gerakan kultural

Adapun From The Mountain To The River To The Sea merupakan visi gerakan kultural yang berkomitmen menuju keberlanjutan, mengalir seperti siklus air yang menyatukan ekosistem dari gunung, ke sungai, hingga laut. Membawakan kehidupan bagi kota dan memberi manfaat bagi lingkungan serta komunitas di sekitarnya.

Baca juga: KKP Minta Kapal Perikanan dan Nelayan Dipasang Sistem Pemantauan Kapal

Gerakan ini melalui pendekatan lintas disiplin (desain, seni, sains, sosio-teknologi). Bersama semua komunitas kreatif Bandung berkolaborasi mengaktifkan kampanye mitigasi bencana menjadi gerakan kalcer Sesar Lembang dengan tagar #SesarLembangKalcer.

Gerakan ini juga selaras dengan ekologi, sejarah, dan kultur kreatif, dari gunung ke sungai, hingga ke laut. Geliat ekonomi/industri kreatif yang terkoneksi kepada inisiatif mitigasi bertujuan untuk menginspirasi wawasan, membangun resiliensi, sekaligus berdampak ekonomi yang berkelanjutan.

Menurut dia, terdapat tiga prinsip utama dalam gerakan ini, yakni An Act for The Planet, Empower People, dan Drive Prosperity.

Baca juga: Sudrajat, Dorong Petani Punya Saham Industri Kelapa agar Dapat Nilai Tambah

Gerakan ini merupakan “seni meninggalkan jejak” bagi bekal perjalanan generasi masa depan. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah Mapping the Future: Visualizing the Revitalization. Kegiatan ini terdiri atas empat macam. Pertama, Immersive Historical Tunnel: Gua Belanda. Kedua, Musikal x Video Mapping Show. Ketiga, Mini Museum Sesar Lembang. Keempat, Curug Dago – Cikapundung River’s Design Intervention.

Tujuan gerakan ini adalah untuk memberikan edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat tentang pentingnya mitigasi bencana di Bandung.

“Gerakan ini menyuntikkan ke titik-titik yang perlu diintervensi secara desain,” ujar dia. [WLC02]

Sumber: ITB

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FSRD ITBKota BandungKota Desainsesar Lembangtanah bergerak

Editor

Next Post
TPA Benowo di Surabaya. Foto Dok. Bangga Surabaya.

TPA Benowo, Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik di Surabaya

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media