Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Komet ZTF yang Melintas secara Hiperbola Sekali Seumur Hidup

Komet hijau yang melintas awal Februari 2023 dan dapat disaksikan dari Indonesia.

Sabtu, 4 Februari 2023
A A
Komet C/2022 E3 (ZTF) yang dipotret tim pengamat OAIL ITERA dari Lampung. Foto OAIL ITERA.

Komet C/2022 E3 (ZTF) yang dipotret tim pengamat OAIL ITERA dari Lampung. Foto OAIL ITERA.

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya, komet berwarna hijau ini diamati pada 2021 dan sempat diduga sebagai meteor sporadis. Setelah diamati lebih lanjut, justru semakin terang. Dan ketika dimodelkan orbitnya, tidak berimpit dengan orbit bumi. Selain itu juga memperlihatkan kehadiran koma, selubung kabur di sekeliling inti komet, sehingga kemudian ditetapkan sebagai komet.

“Meski gerak harian (daily motion)-nya dapat ditentukan, komet ini tidak dapat ditentukan periodenya. Sebab bentuk orbitnya hiperbola sehingga terdapat dua titik lenyap yang letaknya berada jarak tak berhingga,” jelas Andi.

Baca Juga: Analisis Gempa Dangkal di Pulau Indonesia hingga Jumat 3 Februari 2023

Lantaran berbentuk hiperbola, periode lintasnya sangat lama. Beberapa astronom memperkirakan periode orbit komet ini 50.000 tahun. Komet dengan orbit hiperbola hanya akan melintas tatasurya sekali saja seumur hidup.

“Kemudian menggunakan gravitasi matahari yang akan melontarkan komet tersebut kembali menjauhi tatasurya kita,” kata Andi.

Kemungkinan komet ini tidak berasal dari awan oort yang merupakan gudang komet dan asteroid transneptunus di sabuk kuiper. Melainkan berasal dari tatasurya lain. Artinya, komet ini diduga merupakan komet antarbintang (interstellar) seperti oumuamua. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bintang berekorBRINkometkomet C/2022 E3 (ZTF)meteor sporadisorbit hiperbolaperiode orbit kometsekali seumur hiduptatasurya

Editor

Next Post
Lulusan doktoral Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Arif Nur Muhammad Ansori. Foto unair.ac.id.

Arif Nur Muhammad, Temukan Vaksin Covid-19 Halal Tanpa Penolakan Tubuh

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media