Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mengenal Komet ZTF yang Melintas secara Hiperbola Sekali Seumur Hidup

Komet hijau yang melintas awal Februari 2023 dan dapat disaksikan dari Indonesia.

Sabtu, 4 Februari 2023
A A
Komet C/2022 E3 (ZTF) yang dipotret tim pengamat OAIL ITERA dari Lampung. Foto OAIL ITERA.

Komet C/2022 E3 (ZTF) yang dipotret tim pengamat OAIL ITERA dari Lampung. Foto OAIL ITERA.

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya, komet berwarna hijau ini diamati pada 2021 dan sempat diduga sebagai meteor sporadis. Setelah diamati lebih lanjut, justru semakin terang. Dan ketika dimodelkan orbitnya, tidak berimpit dengan orbit bumi. Selain itu juga memperlihatkan kehadiran koma, selubung kabur di sekeliling inti komet, sehingga kemudian ditetapkan sebagai komet.

“Meski gerak harian (daily motion)-nya dapat ditentukan, komet ini tidak dapat ditentukan periodenya. Sebab bentuk orbitnya hiperbola sehingga terdapat dua titik lenyap yang letaknya berada jarak tak berhingga,” jelas Andi.

Baca Juga: Analisis Gempa Dangkal di Pulau Indonesia hingga Jumat 3 Februari 2023

Lantaran berbentuk hiperbola, periode lintasnya sangat lama. Beberapa astronom memperkirakan periode orbit komet ini 50.000 tahun. Komet dengan orbit hiperbola hanya akan melintas tatasurya sekali saja seumur hidup.

“Kemudian menggunakan gravitasi matahari yang akan melontarkan komet tersebut kembali menjauhi tatasurya kita,” kata Andi.

Kemungkinan komet ini tidak berasal dari awan oort yang merupakan gudang komet dan asteroid transneptunus di sabuk kuiper. Melainkan berasal dari tatasurya lain. Artinya, komet ini diduga merupakan komet antarbintang (interstellar) seperti oumuamua. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bintang berekorBRINkometkomet C/2022 E3 (ZTF)meteor sporadisorbit hiperbolaperiode orbit kometsekali seumur hiduptatasurya

Editor

Next Post
Lulusan doktoral Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Arif Nur Muhammad Ansori. Foto unair.ac.id.

Arif Nur Muhammad, Temukan Vaksin Covid-19 Halal Tanpa Penolakan Tubuh

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media