Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Arif Nur Muhammad, Temukan Vaksin Covid-19 Halal Tanpa Penolakan Tubuh

Ketersediaan protein S membuat Indonesia tak perlu bergantung produk vaksin dari bangsa lain.

Sabtu, 4 Februari 2023
A A
Lulusan doktoral Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Arif Nur Muhammad Ansori. Foto unair.ac.id.

Lulusan doktoral Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Arif Nur Muhammad Ansori. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Vaksin untuk Covid-19 berbasis imunoterapi dengan sel dendritik berhasil dikembangkan dikembangkan Arif Nur Muhammad Ansori melalui penelitian disertasinya. Arif menyebut vaksin temuannya memiliki beberapa keunggulan dibanding dengan vaksin lainnya. Seperti halal, respon imun lebih cepat, tidak memerlukan adjuvant, tidak adanya penolakan dari tubuh, dan efek samping yang minimal.

“Kalau vaksin lain masih memiliki berbagai macam kekurangan seperti efek samping yang berat, ada respon penolakan tubuh, dan aspek halal yang masih belum terpenuhi,” kata Arif dalam sidang disertasi terbuka Program Doktor Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) pada 26 Januari 2023 lalu.

Baca Juga: Mengenal Komet ZTF yang Melintas secara Hiperbola Sekali Seumur Hidup

Penelitian dilakukan Arif saat Covid-19 pertama kali masuk di Indonesia pada Maret 2020. Arif bersama tim dari Professor Nidom Foundation melakukan analisis terhadap virus Covid-19. Sementara Arif berfokus pada protein S atau spike untuk disertasinya.

Protein yang didapat lalu dipetakan melalui metode in silico dan in vitro. Hasilnya berupa protein terbaik dalam menghasilkan respon imun. Hasil penelitian juga telah melalui proses publikasi jurnal ilmiah pada 2020 dan 2021 lalu dan masuk dalam jurnal internasional terindeks Scopus, baik Q2 maupun Q1.

Baca Juga: Badan Geologi Terbitkan 14 Peta Kawasan Rawan Bencana pada 2022

Penelitian yang dihasilkan Arif dapat menjadi dasar konstruksi protein S yang digunakan dalam pembuatan vaksin berbasis imunoterapi dengan sel dendritik.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arif Nur Muhammad AnsoriCovid-19Fakultas Kedokteran Hewan UnairProfessor Nidom Foundationprotein Ssel dendritikvaksin berbasis imunoterapivaksin halal

Editor

Next Post
Sudah 883 kali gempa guncang Kota Jayapura, Papua dari sejak 2 Januari 2023 hingga 4 Februari 2023. Foto tangkap layar BMKG, pusat gempa Mag 4,9 di Kota Jayapura, Papua pada Sabtu, 4 Februari 2023.

Sudah 883 Gempa Guncang Kota Jayapura Papua dari Sejak Awal Tahun 2023

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media