Jumat, 27 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mindful Consumption Mencegah Perilaku Menyisakan Makanan Menjadi Sampah

Semakin tinggi pemahaman seseorang tentang isu lingkungan, semakin kuat pula hubungan antara awe dan mindful consumption.

Minggu, 19 Oktober 2025
A A
Ilustrasi makanan yang tak dihabiskan. Foto shinichi4849/pixabay.com.

Ilustrasi makanan yang tak dihabiskan. Foto shinichi4849/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Awalnya, ada rasa takjub ketika berdiri di depan meja buffet dan melihat barisan makanan yang seolah tiada habisnya. Acapkali kekaguman itu berubah usai mengambil makanan yang memenuhi piring, tetapi banyak yang terbuang menjadi sampah dan limbah organik (food waste) karena tak dimakan habis.

Dua Dosen Departemen Manajemen FEB UGM, Widya Paramita dan Arief Fathoni Argadian melakukan penelitian terkait perilaku berkonsumsi dengan penuh kesadaran (mindful consumption). Melalui penelitian berjudul Awe at the Buffet: Turning Wonder into Mindful Consumption, keduanya berupaya untuk memahami bagaimana rasa kagum (awe) mempengaruhi cara seseorang mengonsumsi makanan di hotel buffet.

“Pengalaman sehari-hari, seperti makan di restoran, menyimpan pelajaran besar tentang perilaku manusia dan tanggung jawab kita terhadap lingkungan,” jelas Widya, Jum’at, 17 Oktober 2025.

Baca juga: Serangan Hama Sebabkan Potensi Produk Pertanian Hilang Sebelum Dikonsumsi Capai 50 Persen

Mita mengakui restoran buffet hotel selalu identik dengan kelimpahan dan hidangan yang tersaji tanpa batas. Bahkan suasana makan pun dirancang untuk memanjakan para tamu.

Sayang, dibalik itu ada persoalan besar yang tersembunyi, yaitu soal fenomena plate waste. Makanan sudah diambil, tetapi pada akhirnya terbuang sia-sia.

“Fenomena ini tentu saja bukan sekadar soal dapur, tetapi juga cermin perilaku konsumsi manusia. Pertanyaannya, apakah rasa kagum yang muncul di meja buffet bisa diarahkan menuju perilaku yang lebih mindful?,” kata dia.

Baca juga: Catatan Kritis Walhi Satu Tahun Kebijakan Lingkungan Prabowo-Gibran: Kartu Merah!

Menanggapi persoalan tersebut, awe atau rasa kagum menunjuk pada persoalan sekaligus jawaban. Awe, bukan sekadar rasa kagum tetapi sebuah kondisi berupa emosi mendalam, dan biasanya muncul dari alam atau karya arsitektur. Meski dalam konteks ini, awe juga bisa hadir dari pengalaman buffet yaitu menu yang berlimpah, dekorasi yang memikat, atau pelayanan staf yang penuh perhatian.

“Dan dari perasaan itu, potensi mindful consumption bisa tumbuh. Konsumsi yang lebih sadar, penuh tanggung jawab, dan tidak berlebihan,” jelas dia.

Lantas, bagaimana proses itu terjadi? Menurut Mita, mindful consumption tumbuh melalui self-transcendence. Bahwa rasa kagum dapat membawa manusia pada kesadaran spiritual, empati pada mereka yang kelaparan atau kepedulian terhadap kelestarian bumi. Berikutnya, tumbuh pula self-efficacy, berupa keyakinan bila manusia mampu mengendalikan diri, mampu untuk mengambil secukupnya, dan meyakini langkah kecil yang mereka lakukan memiliki dampak nyata.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: environmental knowledgeFEB UGMfood wastelimbah organikmindful consumption

Editor

Next Post
Ilustrasi kawasan bekas jatuhnya meteor. Foto mdherren/pixabay.com.

Meteor Jatuh ke Bumi, Bukti Ruang Angkasa Tak Sekosong dan Setenang Dibayangkan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media