Senin, 13 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Mohammad Adib, Wujudkan Keadilan Lingkungan Lewat Antropologi Ekologi

Antropologi ekologi memegang peranan kunci dalam mewujudkan keadilan lingkungan dan keberlanjutan hutan tropis melalui perhutanan sosial.

Kamis, 27 Februari 2025
A A
Guru Besar FISIP Unair, Prof. Mohammad Adib. Foto researchgate.net.

Guru Besar FISIP Unair, Prof. Mohammad Adib. Foto researchgate.net.

Share on FacebookShare on Twitter

“Penyebab utamanya adalah konversi hutan menjadi pertanian, ekspansi kelapa sawit, hutan tanaman produksi, dan pertambangan,” jelas dia.

Peran antropologi ekologi

Setidaknya ada tiga peran besar antropologi ekologi. Bahwa antropologi ekologi mampu berperan dalam mewujudkan perhutanan sosial yang berkeadilan dan berkelanjutan melalui pemahaman interaksi antara manusia dan lingkungan secara holistik.

Antropologi ekologi mengungkap kearifan lokal dengan pengelolaan sumber daya alam dan menggali nilai-nilai budaya serta praktek masyarakat dengan menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca juga: Gempa Dangkal 6,1 Magnitudo Guncang Boltim Sulawesi Utara

“Antropologi ekologi juga dapat menjembatani kepentingan berbagai pihak untuk bekerja sama dalam mengelola hutan tropis secara berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Adib.

Dengan pemahaman yang mendalam terhadap dinamika sosial dan ekologi, antropologi ekologi juga memberikan rekomendasi kebijakan yang efektif untuk mengatasi konflik tenurial dan degradasi hutan. [WLC02]

Sumber: Unair

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: antropologi ekologiFisip Unairhutan tropiskeadilan lingkungankonflik tenurialProf. Mohammad Adib

Editor

Next Post
Hutan yang dirombak jadi lahan food estate. Foto Dok. Auriga Nusantara.

Fraksi Demokrat Minta Menhut Tunjukkan Lokasi 20,6 Juta Ha untuk Pangan dan Energi

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media