Selasa, 3 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Muhammad Buce Saleh: Luas Tutupan Hutan Terus Menurun Sejak 1990-2020

Luasan hutan kian bertambah tahun kian berkurang di pulau-pulau di Indonesia. Perlu keputusan pemerintah yang konsisten dan objektif untuk menyelamatkannya.

Senin, 28 Februari 2022
A A
c

Prof. Muhammad Buce Saleh. Foto ipb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Menurutnya, skenario dan arahan pemanfaatan SDH Indonesia di atas hanya gambaran kecil dari penerapan perencanaan spasial. Pada dekade mendatang, perkembangan ilmu dan teknologi akan semakin pesat. Tantangannya adalah kemampuan dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi tersebut dalam perencanaan spasial SDH agar lebih transparan, partisipatif dan kolaboratif.

“Namun, penerapan teknologi semata belum mampu mengurai permasalahan pengelolaan SDH. Dibutuhkan pengetahuan atau bidang ilmu lainnya seperti ilmu sosial, ekonomi dan politik,” imbuh Buce.

Baca Juga: Hujan Es, Dampak Perubahan Iklim dan Membawa Polutan

Penerapan ilmu dan teknologi penginderaan jauh (remote sensing), Sistem Informasi Geografis (SIG) dan teori pengambilan keputusan akan sangat menunjang perencanaan spasial SDH. Mengingat perkembangan penelitian dalam inventarisasi hutan berbasis penginderaan jauh telah mencapai banyak hal. Mulai dari perbaikan teknik klasifikasi, degradasi hutan dan deforestasi, pendugaan parameter tegakan, estimasi kandungan karbon dan biomassa hutan, pendugaan produktivitas hutan dan pertumbuhan hutan, serta kajian segmentasi berdasarkan objek.

Kegiatan pemantauan SDH juga sangat terbantu oleh perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG). Melalui teknologi tersebut, pangkalan data (database) spasial dapat dibangun secara akurat berdasarkan peta dan data hasil inventarisasi secara time series. Hal ini memungkinkan untuk dilakukan pemantauan perubahan lanskap setiap saat.  Sementara itu, keberadaan SDH yang telah diukur, termasuk keterkaitannya dengan area di sekitarnya, membutuhkan alat untuk perencanaan dan evaluasi yang bersifat menyeluruh (komprehensif).

“Maka dibutuhkan teori pengambilan keputusan dalam merumuskan keputusan yang lebih konsisten dan objektif,” kata Buce. [WLC02]

Sumber: ipb.ac.id, 24 Februari 2022

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: IPB UniversityLuasan hutanSDHSumberdaya Hutantutupan hutan

Editor

Next Post
Ilustrasi gejala stroke. Foto geralt/pixabay.com.

Kesemutan Separuh Badan, Waspada Gejala Stroke

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi daerah kepulauan di Indonesia. Foto Walhi.Kritik Walhi, RUU Daerah Kepulauan Hanya Memperkuat Posisi Pemda 
    In News
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Gelombang Rossby Ekuatorial. Foto BRIN.Gelombang Rossby Ekuatorial, Pemicu Hujan Ekstrem di Padang dan Jayapura
    In IPTEK
    Sabtu, 21 Februari 2026
  • Ilustrasi sinkhole. Foto earthenviromental.co.uk.Tak Semua Lubang Raksasa adalah Sinkhole, Pakar Ungkap Tanda-tandanya
    In Lingkungan
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Bioplastik dari singkong dan gelatin cangkang telur. Foto BRIN.Bioplastik Berbahan Pati Singkong dan Gelatin Cangkang Telur Ayam Kampung
    In IPTEK
    Jumat, 20 Februari 2026
  • Ilustrasi bercengkerama dengan anjing yang sedang sakit. Foto @prostooleh/freepik.com.Coronavirus Anjing Sulit Menular pada Manusia
    In Rehat
    Kamis, 19 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media