Kamis, 2 April 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penyakit Ketinggian Saat Naik Gunung, Cegah dengan Persiapan

Tak dipungkiri, penyakit ketinggian mengancam para pendaki. Pesan pakar adalah lakukan persiapan matang untuk pencegahannya. Apa sajakah itu?

Senin, 27 Maret 2023
A A
Ilustrasi badai gunung. Foto Simon/pixabay.com.

Ilustrasi badai gunung. Foto Simon/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Cara Menghadapi
Cara yang bisa dilakukan ketika mengalami gejala altitude sickness ringan adalah beristirahat terlebih dahulu. Jika makin lama semakin memburuk, maka disarankan untuk tidak melanjutkan pendakian dan segera turun.

Baca Juga: Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

“Kalau gejalanya semakin parah, mutlak oksigen harus diberikan dan segera turun. Begitu juga kalau sudah istirahat tapi masih sesak napas, hati-hati,” jelas Bambang.

Sementara tubuh manusia memiliki proses yang dinamakan aklimatisasi. Proses ini merupakan penyesuaian yang dilakukan tubuh saat berada pada kondisi tertentu. Salah satunya berada pada ketinggian.

“Aklimatisasi itu tidak mudah dan cepat, itu butuh waktu. Jadi sebelum mendaki harus latihan. Bisa dikombinasi dengan olahraga,” ucap dokter anestesiologi yang bertugas di RSUD dr. Soetomo tersebut.

Baca Juga: Dua Gempa di Laut Banda Maluku Dirasakan Hingga Skala IV MMI

Cara Pencegahan
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan pendaki untuk menghindari altitude sickness. Pertama, hindari mendaki terlalu cepat, terutama bagi pendaki yang belum terlatih. Kedua, hindari merokok, narkoba, dan kebiasaan buruk yang merusak kesehatan. Ketiga, wanita hamil sebaiknya tidak tidur di ketinggian lebih dari 3700 mdpl.

Keempat, jaga kesehatan mental. Kelima, saat berada pada ketinggian, makanlah makanan yang mengandung banyak kalori. Keenam, jaga hidrasi dengan minum cukup air. Ketujuh, pilihlah istirahat malam pada ketinggian lebih rendah dan mendaki pada pagi hari. Kedelapan, turun sekurangnya setengah mil saat gejala AMS dirasakan. Kesembilan, istirahat yang cukup. [WLC02]

Sumber: Universitas Airlangga

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Aklimatisasialtitude sicknessFK UnairIndonesia Mountain Medicine Summitpenyakit ketinggian

Editor

Next Post
Patung kepalan tangan "Wadas Melawan" di Desa Wadas. Foto dok. Gempadewa.

Solidaritas Akademisi Menolak Konsinyasi untuk Warga Wadas

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media