Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dokter Pendaki Serukan Kesadaran Publik Soal Keselamatan Pendakian

Mendaki gunung tak melulu membutuhkan fisik kuat. Namun juga aneka keilmuan untuk mengatasi aral lintang selama pendakian.

Senin, 27 Maret 2023
A A
Acara Indonesia Mountain Medicine Summit di Unair. Foto unair.ac.id.

Acara Indonesia Mountain Medicine Summit di Unair. Foto unair.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Bagi pecinta alam yang hobi naik gunung, bisa menaklukkan puncak adalah sebuah kebahagiaan dan kepuasan demi mengagumi karya cipta Tuhan. Namun capaian itu bukan hal yang mudah. Berbagai rintangan mesti dilewati. Tantangan suhu rendah, trek pendakian yang sulit, bertemu hewan berbisa. Namun rintangan itu tak menyurutkan minat untuk mendaki. Komunitas pendaki pun bertebaran di lingkungan masyarakat dan kampus.

Upaya mengatasi aral lintang selama perjalanan mendaki gunung menjadi perhatian Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi (SpOT), Reyner Valiant Tumbelaka. Lantaran itu pula, ia mendirikan Dokter Pendaki, sebuah platform besutan alumnus Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) pada 2020.

“Selama ini, kami (Dokter Pendaki) mencoba menggaungkan terus-menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat soal keselamatan pendakian,” kata Reyner pada 19 Maret 2023.

Baca Juga: Harto Memilih Urung Mendaki Hingga Puncak Elbrus, Ini Alasannya

Ia memanfaatkan sosial media yang ada menjadi awal mula Dokter Pendaki menjalankan aksinya. Sejak itu, ia memimpikan menggelar forum yang bisa menjadi jembatan antara dunia pendakian dengan cabang ilmu kedokteran.

“Mimpi kami sejak pertama kali berdiri, akhirnya bisa hadir secara nyata,” tutur alumnus Unair Angkatan 2007 tersebut.

Bekerja sama dengan Kelompok Pengkaji Lingkungan Aesculap (KPLA) FK Unair, akhirnya Dokter Pendaki menggelar Indonesia Mountain Medicine Summit (IMMS) yang pertama kali di Indonesia pada 19 Maret 2023.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Dokter PendakiFK Unairilmu pendakianIndonesia Mountain Medicine Summitkeselamatan pendakian

Editor

Next Post
Ilustrasi memanjat dalam pendakian. Foto Simon/pixabay.com.

Cedera Akut dalam Pendakian Tak Sembarang Pijat dan Urut

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media