Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Penyelamatan Naskah Kuno di Daerah Rawan Bencana dengan Digitalisasi

Naskah kuno bisa menjadi insprasi masa depan. Perlu upaya penyelamatan untuk melanggengkan manfaat dan fungsinya.

Kamis, 26 Januari 2023
A A
Ilustrasi naskah kuno. Foto TonyPrats/pixabay.com.

Ilustrasi naskah kuno. Foto TonyPrats/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Naskah-naskah kuno kerap dipandang sebelah mata. Padahal nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalam naskah kuno dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi dan informasi. Orang bisa belajar banyak hal dari naskah-naskah kuno. Mengingat fungsi naskah kuno antara lain sebagai dokumen bahasa, dokumen sejarah, dan dokumen budaya. Isinya pun sangat beragam, dapat berisi tentang agama, pengobatan, sastra, bahasa, hukum, sosial, politik, dan sebagainya.

“Namun ada beragam tantangan upaya pelestarian naskah-naskahnya,” kata Dosen Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Asep Yudha Wirajaya dalam acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Konservasi Naskah di Sumatera Barat di Padang Panjang, Sumatera Barat, 21-22 Jauari 2023.

Baca Juga: Bambang Hudayana: Kerja Antropologi untuk Memuliakan Masyarakat Adat Belum Maksimal

Beberapa tantangan upaya penyelamatan naskah kuno tersebut antara lain naskah rusak karena lapuk dimakan usia, inventarisasi dan digitalisasi naskah kuno minim, kajian atau riset tentang naskah kuno minim, jumlah filolog terbatas, serta ada pencurian dan praktik perdagangan naskah, baik dalam maupun luar negeri.

“Tak terkecuali penyimpanan naskah kuno di daerah rawan bencana,” imbuh filolog ini.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Daerah Rawan Bencanadigitalisasi naskahFIB UNSkonservasi nakah kunonaskah kuno

Editor

Next Post
Gempa susulan di Laut Maluku pada Kamis, 26 Januari 2023, dengan magnitudo 5,7 yang dirasakan di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada skala IV MMI. Foto tangkap layar Google Earth berdasarkan koordinat episenter gempa BMKG.

Kepulauan Talaud Kembali Diguncang Gempa Susulan di Laut Maluku

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media