Senin, 26 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

Sabtu, 15 Februari 2025
A A
Seekor burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, disita dari tersangka LN. Foto ppid.menlhk.go.id

Seekor burung Elang Jawa (Nisaetus bartelsi) yang merupakan jenis satwa liar dilindungi, disita dari tersangka LN. Foto ppid.menlhk.go.id

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Perdagangan satwa yang dilindungi di Indonesia masih marak. Kondisi ini menunjukkan kelestarian satwa liar yang dilindungi di alam masih mendapatkan ancaman serius dalam perdagangan ilegal.

Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemenhut) kembali menggandeng Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia untuk mencegah dan mengawasi praktik penyelundupan satwa dilindungi di berbagai jalur dan wilayah di tanah air.

Upaya perlindungan satwa perlu dilakukan secara integratif yang utama di alam. Selain itu, juga harus didukung dengan upaya di luarnya, termasuk pencegahan terjadinya perdagangan dan perburuan ilegal.

Baca juga: Pesan Pakar Kelautan, Risiko Rip Current Berkurang dengan Membuat Peta Bahaya

Di sisi lain, sektor utama yang menyebabkan penyelundupan satwa dilindungi masih terus terjadi meskipun sudah ada regulasi yang mengatur.

“Masih ada pasar yang selalu membutuhkan produk-produk dari satwa liar baik hidup maupun bagian tubuhnya,” kata Dosen Fakultas Kehutanan UGM sekaligus Peneliti Satwa Liar, Muhammad Ali Imron, Sabtu, 15 Februari 2025.

Tantangan terbesar yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan penindakan kasus penyelundupan satwa adalah, pertama, soal kemampuan deteksi oleh petugas-petugas, khususnya beacukai yang ada di bandara maupun terminal dan pelabuhan.

Baca juga: Perairan Bintan II dan Perairan Kota Bitung Jadi Kawasan Konservasi Laut Baru

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Fakultas Kehutanan UGMPerdagangan satwa liarSatwa liar

Editor

Next Post
Sebanyak 63 ikan predator di toko ikan hias di Jakarta Timur dimusnahkan, 13 Februari 2024. Foto Dok. KKP.

Berbahaya, Ikan Piranha hingga Aligator Dimusnahkan di Jakarta Timur

Discussion about this post

TERKINI

  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Mitigasi Krisis Iklim, Suhu Permukaan Meningkat Tren Curah Hujan Menurun
    In Lingkungan
    Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Ratusan Perempuan Adat dari berbagai wilayah Nusantara berkumpul dalam Temu Nasional (Temunas) IV di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Foto Dok Perempuan AMAN.Temunas IV Perempuan AMAN: Perempuan Adat Perkuat Kepemimpinan dan Kedaulatan
    In News
    Jumat, 16 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media