Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Awas Modus Greenwashing

Ada sejumlah tips untuk mengetahui dan mensikapi produk-produk yang menerapkan praktik greenwashing yang mengklaim ramah lingkungan.

Minggu, 5 Juni 2022
A A
Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Pengelolaan Hutan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Forestry Students of Sebelas Maret (Foresma) mengadakan webinar dengan tema “Kupas Tuntas Greenwashing: Peran Gen Z dalam Eksistensi Praktik Greenwashing Global”, Ahad, 5 uni 2022. Ketua Foresma, Raihan Muslim Ramadhan berharap peserta webinar bisa menyerap banyak ilmu dari narasumber terkhusus mengenai isu greenwashing.

“Kami mengupas tuntas tentang eksistensi greenwashing, serta bagaimana peran kita untuk menyikapinya,” ujar oleh Pembina Foresma, Ana Agustina dalam sambutannya.

Dosen Teknik Kimia Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Mayang Manguri Rahayu memaparkan bahwa greenwashing merupakan proses memberikan informasi palsu tentang suatu produk dari sebuah perusahaan dengan klaim ramah lingkungan.

Baca Juga: Pernah Berkonflik dengan Manusia, Harimau Sumatera Ini Dilepasliarkan di TN Kerinci Seblat

Fenomena greenwashing mencuat lantaran isu lingkungan yang semakin digaungkan, termasuk isu yang menjadi tren popular, terdapat kepentingan bisnis dan politik, adanya arus informasi yang cepat, serta perilaku konsumerisme

“Greenwashing dianggap sebagai klaim yang tidak berdasar untuk menipu konsumen agar percaya bahwa produk perusahaan tersebut ramah lingkungan. Padahal tidak demikian,” ujar Mayang.

Mayang menambahkan dampak dari greenwashing menyebabkan munculnya ketidakseimbangan sosial dalam menghadapi isu hijau atau lingkungan. Cara untuk mengatasinya dengan kembali ke akar nenek moyang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eco labelsForesmagreenwashingHari Lingkungan Hidup SeduniaIsu lingkunganUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi perempuan memotret. Foto ds_30/pixabay.com.

20 Perempuan Perjuangkan Hak atas Hutan Lewat Foto dan Tulisan

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media