Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Awas Modus Greenwashing

Ada sejumlah tips untuk mengetahui dan mensikapi produk-produk yang menerapkan praktik greenwashing yang mengklaim ramah lingkungan.

Minggu, 5 Juni 2022
A A
Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Ilustrasi produk mobil elektrik. Foto mmurphy/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 5 Juni, Himpunan Mahasiswa Program Studi (Prodi) S-1 Pengelolaan Hutan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Forestry Students of Sebelas Maret (Foresma) mengadakan webinar dengan tema “Kupas Tuntas Greenwashing: Peran Gen Z dalam Eksistensi Praktik Greenwashing Global”, Ahad, 5 uni 2022. Ketua Foresma, Raihan Muslim Ramadhan berharap peserta webinar bisa menyerap banyak ilmu dari narasumber terkhusus mengenai isu greenwashing.

“Kami mengupas tuntas tentang eksistensi greenwashing, serta bagaimana peran kita untuk menyikapinya,” ujar oleh Pembina Foresma, Ana Agustina dalam sambutannya.

Dosen Teknik Kimia Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang, Mayang Manguri Rahayu memaparkan bahwa greenwashing merupakan proses memberikan informasi palsu tentang suatu produk dari sebuah perusahaan dengan klaim ramah lingkungan.

Baca Juga: Pernah Berkonflik dengan Manusia, Harimau Sumatera Ini Dilepasliarkan di TN Kerinci Seblat

Fenomena greenwashing mencuat lantaran isu lingkungan yang semakin digaungkan, termasuk isu yang menjadi tren popular, terdapat kepentingan bisnis dan politik, adanya arus informasi yang cepat, serta perilaku konsumerisme

“Greenwashing dianggap sebagai klaim yang tidak berdasar untuk menipu konsumen agar percaya bahwa produk perusahaan tersebut ramah lingkungan. Padahal tidak demikian,” ujar Mayang.

Mayang menambahkan dampak dari greenwashing menyebabkan munculnya ketidakseimbangan sosial dalam menghadapi isu hijau atau lingkungan. Cara untuk mengatasinya dengan kembali ke akar nenek moyang.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: eco labelsForesmagreenwashingHari Lingkungan Hidup SeduniaIsu lingkunganUNS

Editor

Next Post
Ilustrasi perempuan memotret. Foto ds_30/pixabay.com.

20 Perempuan Perjuangkan Hak atas Hutan Lewat Foto dan Tulisan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media