Jumat, 16 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringkat Kedua Indeks Risiko Bencana, Indonesia Jadi Laboratorium Kebencanaan

Minggu, 21 Juli 2024
A A
Para narsumber acara Ngopi Bareng BNPB pada 18 Juli 2024. Foto BNPB.

Para narsumber acara Ngopi Bareng BNPB pada 18 Juli 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Mengutip dari World Risk Index (WRI) 2023, Indonesia menempati posisi kedua negara dengan indeks risiko bencana alam tertinggi setelah Filipina dengan skor 43,5 WRI. Tak heran, Indonesia menjadi laboratorium kebencanaan yang memiliki peran menjadi center of excellent dalam bidang kebencanaan. Sebab berbagai jenis sumber bencana alam yang terjadi di Indonesia sudah lengkap.

Berdasarkan data kejadian bencana, seharusnya banyak hal yang bisa dipelajari untuk dijadikan modalitas bahan studi sampai menjadi inovasi dan teknologi dalam pengurangan risiko bencana. Layaknya mendiagnosa suatu penyakit, pendekatan deteksi sumber bahaya dapat  dilakukan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pengetahuan tentang risiko, teknologi, diseminasi, dan respon masyarakat membentuk sebuah siklus yang dapat membuat sistem peringatan dini semakin akurat dalam mendeteksi bencana di masa depan,” kata Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Udrekh saat acara NGOPI (Ngobrol Pintar) Bareng BNPB di Studio BNPB pada tanggal 18 Juli 2024.

Baca Juga: Jadikan Pengelolaan Sampah Gaya Hidup Menuju Zero Waste Zero Emission 2050

Idealnya, semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi, deteksi bencana akan semakin akurat dan dampak kerugian akan semakin berkurang. Hal ini sejalan dengan prinsip pengurangan risiko dan resiliensi berkelanjutan dengan salah satu komponennya yaitu mendorong Sains, Engineering, Teknologi dan Inovasi dalam unsur perencanaan pembangunan.

Perkembangan teknologi peringatan dini tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur termasuk akademisi, perekayasa, dan industri swasta. Komite Remote Sensing, Perkumpulan Pusat Kajian Teknologi dan Inovasi (CTIS) Agustan menjelaskan, ada berbagai macam produk EWS yang sudah dikembangkan oleh perekayasa dan peneliti untuk mendeteksi gejala alam hidrometeorologi dan seismotektonik. Baik berupa sensor tinggi muka air, Alat Deteksi Longsor (ADeL), SIJAMPANG, Rapid Timer, dan Rumah Tahan Gempa. Berbagai inovasi ini dinilai sudah siap diindustrialisasikan secara masal dan dimanfaatkan BNPB sebagai end user.

Deniji dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM adalah contoh lain dari inovasi teknologi kebencanaan anak bangsa. Alat ini mempunyai kemampuan mendeteksi naiknya muka air pada jalur aliran sungai sebagai alat peringatan dini yang akan diteruskan ke masyarakat melalui BPBD setempat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Konferensi GFSRlaboratorium kebencanaanNgopi Bareng BNPBPameran ADEXCOWorld Risk Index

Editor

Next Post
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Peran OMC Kini, Basahi Lahan Gambut Sebelum Karhutla Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Penampakan huntara dari kayu hanyutan di Aceh. Foto Dok. Rumah Zakat.Kayu Hanyutan Jadi Huntara, Biar Penyintas Aceh Tak Terlalu Lama Hidup di Tenda
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
  • Ilustrasi penyakit kulit. Foto Miller_Eszter/pixabay.comPrevalensi Penderita Kusta di DIY Terendah, Tapi Tiap Bulan Ada Pasien Baru
    In Rehat
    Rabu, 14 Januari 2026
  • KKP mempersiapkan pengiriman 159 ton bantuan ke lokasi bencana Sumatra, 13 Januari 2026. Foto KKP.Legislator Kritik Seremonial Bantuan Menteri di Aceh, Puluhan Kampung Masih Terisolasi
    In News
    Rabu, 14 Januari 2026
  • Ilustrasi makanan kaleng. Foto MabelAmber/pixabay.com.Jangan Sepelekan Kemasan Kaleng Makanan yang Penyok, Gembung dan Berkarat
    In IPTEK
    Selasa, 13 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media