Senin, 3 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Peringkat Kedua Indeks Risiko Bencana, Indonesia Jadi Laboratorium Kebencanaan

Minggu, 21 Juli 2024
A A
Para narsumber acara Ngopi Bareng BNPB pada 18 Juli 2024. Foto BNPB.

Para narsumber acara Ngopi Bareng BNPB pada 18 Juli 2024. Foto BNPB.

Share on FacebookShare on Twitter

 Wanaloka.com – Mengutip dari World Risk Index (WRI) 2023, Indonesia menempati posisi kedua negara dengan indeks risiko bencana alam tertinggi setelah Filipina dengan skor 43,5 WRI. Tak heran, Indonesia menjadi laboratorium kebencanaan yang memiliki peran menjadi center of excellent dalam bidang kebencanaan. Sebab berbagai jenis sumber bencana alam yang terjadi di Indonesia sudah lengkap.

Berdasarkan data kejadian bencana, seharusnya banyak hal yang bisa dipelajari untuk dijadikan modalitas bahan studi sampai menjadi inovasi dan teknologi dalam pengurangan risiko bencana. Layaknya mendiagnosa suatu penyakit, pendekatan deteksi sumber bahaya dapat  dilakukan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Pengetahuan tentang risiko, teknologi, diseminasi, dan respon masyarakat membentuk sebuah siklus yang dapat membuat sistem peringatan dini semakin akurat dalam mendeteksi bencana di masa depan,” kata Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB, Udrekh saat acara NGOPI (Ngobrol Pintar) Bareng BNPB di Studio BNPB pada tanggal 18 Juli 2024.

Baca Juga: Jadikan Pengelolaan Sampah Gaya Hidup Menuju Zero Waste Zero Emission 2050

Idealnya, semakin berkembang ilmu pengetahuan dan teknologi, deteksi bencana akan semakin akurat dan dampak kerugian akan semakin berkurang. Hal ini sejalan dengan prinsip pengurangan risiko dan resiliensi berkelanjutan dengan salah satu komponennya yaitu mendorong Sains, Engineering, Teknologi dan Inovasi dalam unsur perencanaan pembangunan.

Perkembangan teknologi peringatan dini tidak lepas dari keterlibatan berbagai unsur termasuk akademisi, perekayasa, dan industri swasta. Komite Remote Sensing, Perkumpulan Pusat Kajian Teknologi dan Inovasi (CTIS) Agustan menjelaskan, ada berbagai macam produk EWS yang sudah dikembangkan oleh perekayasa dan peneliti untuk mendeteksi gejala alam hidrometeorologi dan seismotektonik. Baik berupa sensor tinggi muka air, Alat Deteksi Longsor (ADeL), SIJAMPANG, Rapid Timer, dan Rumah Tahan Gempa. Berbagai inovasi ini dinilai sudah siap diindustrialisasikan secara masal dan dimanfaatkan BNPB sebagai end user.

Deniji dari Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM adalah contoh lain dari inovasi teknologi kebencanaan anak bangsa. Alat ini mempunyai kemampuan mendeteksi naiknya muka air pada jalur aliran sungai sebagai alat peringatan dini yang akan diteruskan ke masyarakat melalui BPBD setempat.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Konferensi GFSRlaboratorium kebencanaanNgopi Bareng BNPBPameran ADEXCOWorld Risk Index

Editor

Next Post
Polusi udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Foto Manggala Agni VI Daop Tanah Laut.

Peran OMC Kini, Basahi Lahan Gambut Sebelum Karhutla Terjadi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penampakan permukaan peraran Danau Toba di Sumatra Utara. Foto Thiadon/Pixabay.com.Penurunan Muka Air Danau Toba Pasca 1984 Ekstrem, Mengapa?
    In Rehat
    Rabu, 22 Juli 2026
  • Dampak diberlakukannya penutupan TPA Piyungan mulai 23 Juli hingga 5 September, sejumlah tumpukan sampah mulai terlihat di Kota Yogyakarta. Foto Forpi Kota Yogyakarta.Proyek PSEL Yogyakarta Ditunda, Mengapa Konsorsium Pemenang Tender Sudah Diumumkan?
    In News
    Selasa, 21 Juli 2026
  • Ilustrasi regenerasi pohon. Foto Agnieszka/Pixabay.com.Mekanisme Regenerasi Pohon dan Nilai Spiritual Ekologis dalam Al-Qur’an
    In IPTEK
    Senin, 20 Juli 2026
  • Kebakaran di TPA Benowo di Surabaya, 19 Juli 2026. Foto Dok. DKPKP Surabaya.TPA Benowo Terbakar, Risiko Sistem Pemrosesan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 20 Juli 2026
  • Mengenal orangutan tapanuli. Foto Dok PPID Kemenlhk.Survei Terbaru Populasi Orangutan Sumatera dan Tapanuli Jadi Pijakan Kebijakan Konservasi
    In News
    Sabtu, 18 Juli 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media