Senin, 26 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Saat ini lebih dari 46,5 persen atau 56 juta hektare Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik.

Minggu, 2 Januari 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jadi, hutan di luar Jawa diperlukan pemangku seperti yang ada di Jawa,” tambah Wahyu.

Saat ini lebih dari 46,5 persen (56 juta hektare) Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik. Sementara 30 juta hektare dari prosentase tersebut di bawah wewenang pemerintah daerah. KPH kemudian menjadi solusi atas pengelolaan hutan, dimana bisa mengakomodasi aspek ekologi, sosial, serta ekonomi.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Dalam perencanaannya akan terdapat 600 unit KPH di seluruh Indonesia. Meliputi 530 unit untuk KPH dengan fungsi produksi dan 70 unit KPH lainnya untuk fungsi lindung. Saat ini sudah terdapat 120 unit KPH yang berhasil dibangun dan menjadi model pada pembangunan KPH-KPH tersebut. Meskipun, menurut Wahyu, semua KPH yang jadi model itu pun belum beroperasi secara optimal.

“Artinya masih terdapat banyak pekerjaan rumah kita untuk melindungi dan memaksimalkan hutan-hutan di Indonesia,” kata Wahyu.

Baca Juga: Tutup Tahun 2021, UII Gelar Aksi Tanam Ribuan Pohon di Kampus dan Tanah Air

Dia optimis, jika semua pihak melakukan hal-hal secara bijak untuk mengelola hutan-hutan yang masih tersisa sekarang ini, maka hutan akan terlindungi. Dia mencontohkan, dulu Pulau Kalimantan itu yang paling aman dengan vegetasi hutan yang sangat bagus, sehingga tidak pernah ada banjir dan longsor. Namun sekarang sudah menjadi pulau yang tidak aman.

“(Bahkan) seluruh Indonesia saat ini, pulau-pulau-nya tidak ada yang aman,” pungkas Wahyu Andayani. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: bencanaDeforestasiGuru BesarhidrometeorologiHutanKesatuan Pengelolaan HutanKPHProf Wahyu AndayaniUGM

Editor

Next Post
Pameran bertajuk Baboe yang digelar Arif Akbar Pradana. Foto UGM.

Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Discussion about this post

TERKINI

  • Wapres Gibran Rakabuming Raka dan rombongan di lokasi bencana longsor Bandung barat, Ahad, 25 Januari 2026. Foto BNPB.Longsor Bandung Barat, 17 Jenazah Ditemukan dan Warga di Lokasi Rawan akan Direlokasi
    In Bencana
    Senin, 26 Januari 2026
  • Banjing bandang menerjang lereng Gunung Slamet yang menyebabkan empat kabupaten terdampak, Sabtu, 24 Januari 2026. Foto Dok. BNPB.Banjir Bandang Kepung Lereng Gunung Slamet, Empat Kabupaten Terdampak
    In Bencana
    Minggu, 25 Januari 2026
  • Ilustrasi gangguan kejiwaan. Foto Counselling/pixabay.com.Sekitar 28 Juta Orang Indonesia Alami Gangguan Kejiwaan, Ada Kelompok Berisiko Tinggi
    In Rehat
    Minggu, 25 Januari 2026
  • Warga menganggap air dari sinkhole di Sumatra Barat berkhasiat. Foto @pembasmii.kehaluan/instagram.Kemunculan Sinkhole Menjadi Alarm Kegagalan Pengelolaan Tanah dan Air
    In Lingkungan
    Minggu, 25 Januari 2026
  • Lokasi longsor di Bandung Barat, 24 Januari 2026. Foto BPBD Bandung Barat.Longsor Terjang Bandung Barat, Delapan Tewas dan 82 Orang dalam Pencarian
    In Bencana
    Sabtu, 24 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media