Minggu, 8 November 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Saat ini lebih dari 46,5 persen atau 56 juta hektare Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik.

Minggu, 2 Januari 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar dari Fakultas Kehutanan UGM, Prof Wahyu Andayani berharap ke depan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) harus semakin digalakkan. Upaya tersebut untuk melindungi hutan dan memaksimalkan pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Mengingat sejauh ini, bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan lain sebagainya telah terjadi hampir di seluruh pulau di Indonesia. Sementara masyarakat di sekitar hutan juga masih belum berada dalam kondisi sejahtera.

“Penggalakkan pembangunan KPH ini terutama untuk hutan-hutan di luar Pulau Jawa,” kata Wahyu Andayani dalam webinar bertajuk Pemikiran Bulaksumur Universitas Gadjah Mada Menuju Indonesia Maju 2045 Bidang Agro pada 7 Desember 2021 sebagaimana dilansir dari laman UGM tertanggl 8 Desember 2021.

Baca Juga: Kabupaten Palas Daerah Pertama Tahun 2022 Berstatus Darurat Bencana

Sementara hutan-hutan di Jawa telah “dipangku” oleh Perum Perhutani sehingga telah memiliki kejelasan dalam pengelolaannya. Wahyu menegaskan kejelasan dalam pengelolaan seperti itu merupakan aspek penting dalam pelestarian dan pemanfaatan hutan. Jika suatu saat terjadi bencana, maka penyelesaian masalah dapat lebih jelas dan terarah.

“Jadi, nanti kalau ada peristiwa (bencana) hidrometeorologi (di Pulau Jawa), ya silakan (keluh kesah) dialamatkan ke sana (Perum Perhutani). Jadi, kalau ada banjir, longsor, dan lain sebagainya itu nanti dialamatkan (saja) ke Perum Perhutani. Kira-kira begitu,” tutur Wahyu.

Baca Juga: Jahe Dikembangkan Jadi Obat Terapi Kanker dengan Harga Terjangkau

Sebaliknya, hutan-hutan di luar Pulau Jawa belum ada yang ‘memangku’. Oleh karena itu, perlu dipangku supaya nanti jelas, siapa berbuat apa di kawasan tersebut. Lantaran hampir di seluruh pulau sudah ada terjadi peristiwa (bencana) hidrometeorologi yang disebabkan oleh degradasi dan deforestasi (hutan).

Klon pohon Jati di pegunungan Sewu atau yang dikenal Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Foto Soetana Hasby

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanaDeforestasiGuru BesarhidrometeorologiHutanKesatuan Pengelolaan HutanKPHProf Wahyu AndayaniUGM

Editor

Next Post
Pameran bertajuk Baboe yang digelar Arif Akbar Pradana. Foto UGM.

Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Discussion about this post

TERKINI

  • Kaoem Telapak desak pemerintah usut tuntas dugaan pembalakan liar dan pencucian kayu Merbau di Nabire, Papua Tengah. Foto Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Pemerintah Usut Tuntas Dugaan Pembalakan di Nabire
    In News
    Rabu, 4 November 2026
  • Media alternatif, Gejayan.id menggelar walking tour bertema “Tribute to Udin” #1 ke bekas Kantor Harian Bernas, Kota Yogyakarta. Foto Istimewa.Gejayan Civic Memory Lab: Napak Tilas Jurnalistik Udin di ‘Kantor Bernas’
    In News
    Senin, 2 November 2026
  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media