Minggu, 18 Januari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Saat ini lebih dari 46,5 persen atau 56 juta hektare Kawasan Hutan Negara tidak dikelola dengan baik.

Minggu, 2 Januari 2022
A A
Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Guru Besar Fakultas Kehutanan UGM, Prof. Wahyu Andayani. Foto Dok UGM.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Guru Besar dari Fakultas Kehutanan UGM, Prof Wahyu Andayani berharap ke depan pembangunan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) harus semakin digalakkan. Upaya tersebut untuk melindungi hutan dan memaksimalkan pemanfaatan hutan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Mengingat sejauh ini, bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan lain sebagainya telah terjadi hampir di seluruh pulau di Indonesia. Sementara masyarakat di sekitar hutan juga masih belum berada dalam kondisi sejahtera.

“Penggalakkan pembangunan KPH ini terutama untuk hutan-hutan di luar Pulau Jawa,” kata Wahyu Andayani dalam webinar bertajuk Pemikiran Bulaksumur Universitas Gadjah Mada Menuju Indonesia Maju 2045 Bidang Agro pada 7 Desember 2021 sebagaimana dilansir dari laman UGM tertanggl 8 Desember 2021.

Baca Juga: Kabupaten Palas Daerah Pertama Tahun 2022 Berstatus Darurat Bencana

Sementara hutan-hutan di Jawa telah “dipangku” oleh Perum Perhutani sehingga telah memiliki kejelasan dalam pengelolaannya. Wahyu menegaskan kejelasan dalam pengelolaan seperti itu merupakan aspek penting dalam pelestarian dan pemanfaatan hutan. Jika suatu saat terjadi bencana, maka penyelesaian masalah dapat lebih jelas dan terarah.

“Jadi, nanti kalau ada peristiwa (bencana) hidrometeorologi (di Pulau Jawa), ya silakan (keluh kesah) dialamatkan ke sana (Perum Perhutani). Jadi, kalau ada banjir, longsor, dan lain sebagainya itu nanti dialamatkan (saja) ke Perum Perhutani. Kira-kira begitu,” tutur Wahyu.

Baca Juga: Jahe Dikembangkan Jadi Obat Terapi Kanker dengan Harga Terjangkau

Sebaliknya, hutan-hutan di luar Pulau Jawa belum ada yang ‘memangku’. Oleh karena itu, perlu dipangku supaya nanti jelas, siapa berbuat apa di kawasan tersebut. Lantaran hampir di seluruh pulau sudah ada terjadi peristiwa (bencana) hidrometeorologi yang disebabkan oleh degradasi dan deforestasi (hutan).

Klon pohon Jati di pegunungan Sewu atau yang dikenal Wanagama, Gunungkidul, Yogyakarta. Foto Soetana Hasby

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: bencanaDeforestasiGuru BesarhidrometeorologiHutanKesatuan Pengelolaan HutanKPHProf Wahyu AndayaniUGM

Editor

Next Post
Pameran bertajuk Baboe yang digelar Arif Akbar Pradana. Foto UGM.

Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Discussion about this post

TERKINI

  • Sinkhole di lahan warga di Dusun Kandri, Desa Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul. Foto desapucung.gunungkidulkab.go.id.Rekayasa Geoteknik Cegah Sinkhole yang Sering Terjadi di Kawasan Karst
    In IPTEK
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Ilustrasi interaksi kucing dengan manusia. Foto vaclavzavada/pixabay.com.Kucing Tak Akibatkan Infertilitas Manusia, Justru Makanan Jadi Sumber Utama
    In Rehat
    Sabtu, 17 Januari 2026
  • Tim medis melakukan nekropsi pada gajah sumatera betina yang ditemukan mati di Dusun Aras Napal, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto ksdea.menlhk.go.idIndonesia Peringkat Kedua Rawan Bencana, Kehilangan Biodiversitas Tertinggi di Sumatra
    In Lingkungan
    Jumat, 16 Januari 2026
  • Peta area tambang PT Agincourt, WKP Sibual Buali, PLTA Batang Toru. Foto JATAM.KLH Gugat Enam Perusahaan Perusak Lingkungan di Sumatra Utara Rp4,84 Triliun
    In News
    Jumat, 16 Januari 2026
  • WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa dan Menkes Budi Gunadi Sadikin berkunjung ke Sampang, Madura dalam program eliminasi kusta, 8 Juli 2025. Foto Dok. Kemenkes.Jangan Takut Periksa Kusta, Sepekan Usai Diobati Tak Menular Lagi
    In Rehat
    Kamis, 15 Januari 2026
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media