Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Pulihkan Ekosistem Hutan Produksi Terdegradasi Lewat Silvikultur Intensif

Indonesia punya kekayaan biodiversitas yang tinggi. Tantangannya kebakaran dan pembukaan lahan. Apa solusinya?

Kamis, 14 September 2023
A A
Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Tegakan pohon jati di hutan Wanagama, Gunung Kidul, Yogyakarta, merupakan kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK), salah satu hutan di Pulau Jawa yang berhasil dihijaukan kembali. Foto wanaloka.com

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Pusat Riset Ekologi dan Etnobiologi (PREE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (PT MOPAKHA) sepakat meningkatkan kolaborasi di bidang riset dan inovasi pemulihan ekosistem hutan produksi terdegradasi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat pada 13 September 2023. Kerja sama tersebut bentuk dukungan atas kebijakan Pemerintah dalam mengurangi emisi karbon. Juga untuk mencapai target FOLU Net-Sink 2030 melalui pemulihan ekosistem hutan produksi terdegradasi, akibat pembukaan kanal dan kebakaran hutan di Ketapang.

“Juga untuk menerapkan teknik silvikultur dalam restorasi atau pemulihan ekosistem di kawasan gambut terdegradasi,” kata Kepala PREE BRIN Anang Setiawan Achmadi dalam sambutan penandatanganan kerja sama di Bogor.

Anang menjelaskan, 90 persen area riset yang dilakukan Kelompok Riset Pemulihan Ekosistem Berbasis Silvikultur (PEBS) di area kerja Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBHB) PT MOPAKHA merupakan ekosistem gambut. Harapannya, riset tersebut dapat mengembalikan fungsi-fungsi ekosistem, seperti fungsi ekologi, ekonomi, dan sosial.

Baca Juga: Azlaini Agus: Konflik Pulau Rempang

Target riset pemulihan ekosistem selama hingga 2025 adalah pengembangan model rehabilitasi melalui penanaman jenis-jenis tumbuhan asli setempat. Baik untuk tujuan produksi kayu, pembangunan habitat satwa kunci, hasil hutan bukan kayu, maupun kegiatan mitigasi untuk mengurangi dampak pemanasan global.

“Kami berharap kerja sama riset ini dapat terus dikembangkan, misalnya ke arah pemanfaatan kawasan melalui Program Multi Usaha, seperti ekowisata,” harap Anang.

Direktur PT MOPAKHA, Syamsul Budiman menyatakan optimis kerja sama tersebut dapat membantu memulihkan ekosistem akibat kebakaran hutan beberapa saat lalu. Upaya tersebut dinilai urgent mengingat terdata ada lebih dari 650 ekor orangutan Kalimantan sebagai satwa liar dilindungi dan terancam punah yang ditemukan di area kerja perusahaan tersebut.

Baca Juga: Catatan Masyarakat Sipil: G20 Menambah Utang Baru Demi Transisi Energi

Sementara jenis usaha di perusahaannya, meliputi pemanfaatan hasil kayu, jasa lingkungan, pengembangan hasil hutan bukan kayu, dan pemanfaatan kawasan. Bisnis jasa lingkungan yang dilakukan meliputi bisnis karbon, perlindungan biodiversitas, dan pemulihan ekosistem. Untuk pemanfaatan kawasan, pihaknya sedang mengembangkan agroforestri yang melibatkan masyarakat. Sedangkan untuk hasil hutan bukan kayu sedang mengembangkan tanaman jelutung rawa di area pemulihan ekosistem.

“Kami harap tanaman ini dapat dipanen 8 tahun mendatang,” kata Syamsul.

PT MOPAKHA adalah pemegang PBPH Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.216/Menhut-II/2008 tanggal 09 Juni 2008 dengan area seluas sekitar 48.440 Ha di Kabupaten Ketapang dengan jangka waktu 45 tahun.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BRINFOLU Net Sink 2030hutan produksiKLHKsilvikultur intensifTebang Pilih Tanam Rumpangteknik silin

Editor

Next Post
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto Dok.BMKG.

Dwikorita Karnawati: Perlu Komitmen Politik Kepala Negara Atasi Krisis Air

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media