Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Dwikorita Karnawati: Perlu Komitmen Politik Kepala Negara Atasi Krisis Air

Krisis air dan krisis pangan di dunia bukan isapan jempol. Persoalan itu merupakan dampak dari perubahan iklim yang tengah berlangsung. Apa yang mesti dilakukan?

Kamis, 14 September 2023
A A
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto Dok.BMKG.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Foto Dok.BMKG.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu ancaman serius perubahan iklim adalah terjadi krisis air. Sebab siklus hidrologi terganggu laju perubahan iklim yang kencang yang dipicu emisi Gas Rumah Kaca dari aktivitas manusia. Padahal air adalah sumber daya penting yang menopang keberlanjutan kehidupan manusia dan bumi, sehingga harus dikelola secara efisien, berkelanjutan serta berkeadilan untuk manusia dan alam.

“Persoalan ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan seluruh negara di dunia. Ini salah satu tantangan terbesar abad ini,” kata Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati dalam World Water Congress ke-18 di Beijing China-Germany International Convention and Exhibition Center, Beijing pada 13 September 2023. Dwikorita menjadi salah satu Keynote Speaker pada sesi High Level Panel yang mengangkat topik “Resilient Water Infrastructures and Global Water Security” dalam acara yang berlangsung dari tanggal 11-15 September 2023.

Seluruh negara harus ambil bagian mengatasi masalah air dan menunjukkan pengakuan akan pentingnya air bagi pembangunan berkelanjutan serta kesejahteraan warga. Mengingat air merupakan persoalan lintas sektoral yang mempengaruhi banyak aspek kehidupan, seperti pertanian, energi, kesehatan, lingkungan, dan ketahanan iklim. Butuh komitmen politik untuk memprioritaskan kebijakan dan program yang mempromosikan konservasi, perlindungan, dan pemanfaatan air secara keberlanjutan, sehingga Forum Air Dunia (World Water Forum) ke-10 di Bali pada 2024 nanti harus menghasilkan tindakan dan hasil nyata.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Hutan Produksi Terdegradasi Lewat Silvikultur Intensif

“Jika tidak, prediksi Organisasi Meteorologi Dunia (WMO – World Meteorological Organisation) serta Organisasi Pertanian Pangan Dunia (FAO – Food Agricultural Organisation) mengenai krisis pangan global di tahun 2050 bukan isapan jempol,” tegas Dwikorita.

Para Kepala Negara memainkan peran penting dalam Forum Air Dunia untuk menetapkan agenda dan memberikan kepemimpinan dalam mengatasi tantangan air dunia. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan air mendapatkan prioritas utama yang layak. Artinya, kebijakan dan program yang dibuat harus menjamin terlaksananya pengelolaan sumber daya air secara efisien, berkelanjutan, adil dan merata.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Emisi gas rumah kacaKepala BMKG Dwikorita Karnawatikomitmen politikkrisis airperubahan iklimWorld Water Congress ke-18 di BeijingWorld Water Forum

Editor

Next Post
Presiden Jokowi dalam acara Sewindu PSN. Foto Dok. BPMI Setpres.

Sewindu PSN, Jokowi: Penyelesaian Proyek Jangan Represif

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media