Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Rehabilitasi Mangrove untuk Pengendalian Perubahan Iklim dan Konservasi Penyu

Upaya rehabilitasi mangrove yang tergradasi belum maksimal. Padahal mangrove mempunyai peran dalam pengendalian perubahan iklim sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem alam.

Jumat, 21 Januari 2022
A A
Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Hutan bakau di Baluran, Banyuwangi, Jawa Timur. Foto wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Lantaran salah satu manfaat tanaman bakau adalah dapat merefleksikan cahaya bulan sehingga memudahkan navigasi bagi penyu. Sementara penambahan jumlah pemukiman warga di pesisir pantai membuat penyu kebingungan untuk menemukan tempat menetaskan telur-telurnya.

Baca Juga: Pemerintah Genjot Produksi Nikel, Walhi Region Sulawesi: Perusakan Lingkungan akan Nyata

“Padahal penyu hanya akan menetas di tempatnya dulu menetaskan telur-telurnya,” imbuh Tania.

Konservasi pantai berkaitan erat dengan kelestarian penyu yang jumlahnya kian menipis. Penyu merupakan salah satu makhluk hidup purba yang hampir punah. Sementara penyu mulai berkembang biak pada usia 30-50 tahun dengan jarak 2-8 tahun.

Ketua Komunitas Reispira Deni Widiyanto juga punya kisah tentang penyu di sana. Dia mengisahkan perjuangan komunitasnya sejak 2010 yang berawal dari sering berkunjung ke pantai dan tertarik dengan penyu. Namun literasi tentang penyu yang dicarinya masih sangat terbatas.

“Kami bertemu dengan Pak Rujito yang lebih awal lagi peduli dengan konservasi pantai sejak 1998 sekaligus penerima Kalpataru,” tutur Deni.

Semangat Rujito lah yang membuat komunitasnya tak pernah menyerah untuk terus berdaya pada alam. Fokus kegiatan mereka adalah untuk menjaga kelestarian penyu dengan menanam mangrove di tepi pantai.

Baca Juga: Jokowi Cabut Izin Tambang, Jatam: Perusahaan Penyebab Kejahatan Lingkungan Tak Tersentuh

“Menanam mangrove tekniknya berbeda tiap pantai. Untuk tahu tepatnya, kami bisa bertanya langsung kepada penduduk sekitar,” jelas Deni.

Proses penanaman mangrove dilakukan dengan menggali pasir menggunakan cangkul dengan kedalaman sekitar 20 cm. Kemudian dua bibit mangrove dan satu buah bambu atau kayu kecil yang diikat bersama bibit. Bambu berfungsi sebagai penopang, semisal saat air pantai pasang. Mengingat ombak sepanjang pantai selatan dikenal tinggi dan besar.

“Berbeda dengan menanam mangrove di pantai utara. Satu bibit tiap lubang biasanya sudah tumbuh dengan baik,” jelas Deni. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Ekosistem mangroveHutan bakauKawasan mangroveKonservasi mangroveMenteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya BakarMenteri Siti NurbayaPantai Samaspenyuperubahan iklimRehabilitasi mangrove

Editor

Next Post
Wilayah terdampak banjir di Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Foto Dok BNPB.

Bencana Hidrometeorologi di Jember, Wilayah Terdampak Banjir Meluas

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
  • Pantomimer Wanggi Hoed melakukan aksi pertunjukan untuk memprotes ekspor monyet ekor panjang pada Hari Primata Interasional di Titik Nol Kota Yogyakarta, 2 september 2026. Foto Dok. Forum United For Primates .Petisi untuk Pemerintah Indonesia: Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang untuk Penelitian!
    In News
    Rabu, 2 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media