Senin, 10 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Proyek Panas Bumi di NTT Ditolak Warga, Kementerian ESDM Gandeng UGM

UGM sebagai institusi pendidikan tinggi dianggap punya andil dalam mendukung pengembangan energi panas bumi.

Senin, 5 Mei 2025
A A
Masyarakat adat Poco Lek menolak proyek panas bumi. Foto Dok. AMAN

Masyarakat adat Poco Lek menolak proyek panas bumi. Foto Dok. AMAN

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penolakan warga di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur atas proyek panas bumi (geothermal) karena khawatir terhadap potensi kerusakan lingkungan dan hilangnya mata pencaharian. Namun pemerintah menganggap penolakan itu sebagai hambatan.

Sentimen ini tidak lepas dari kurangnya komunikasi yang terbuka antara pemangku kepentingan dan warga. Di sisi lain, pemahaman teknis masyarakat tentang panas bumi dinilai minim sehingga memperbesar jarak kepercayaan terhadap proyek ini.

Menanggapi tantangan tersebut, pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, serta organisasi non-pemerintah mengadakan pertemuan di Kantor Gubernur NTT pada 28 April 2025. Pertemuan yang dipimpin Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konversi Energi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Gubernur NTT ini turut menghadirkan pakar panas bumi UGM, Pri Utami  sebagai perwakilan kalangan akademisi.

Baca juga: Masih Satu Juta Kubik Abu Gunung Marapi, Kementerian PU Bangun 9 Sabo Dam

Pertemuan ini bertujuan mencari titik temu antara berbagai kepentingan agar pengembangan panas bumi berjalan adil dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor penting untuk menciptakan model pengelolaan energi yang inklusif.

Jangan abaikan nilai-nilai lokal

Dalam forum, Pri Utami menyampaikan lima poin penting sebagai langkah strategis. Pertama, pemanfaatan energi tidak boleh mereduksi nilai-nilai lokal yang selama ini menjaga harmoni antara manusia dan alam. Pendekatan budaya harus menjadi bagian dari desain awal proyek energi. Jika nilai-nilai lokal diabaikan, maka resistensi sosial sulit untuk dihindari.

“Perlu ditarik benang merah antara budaya dan adat istiadat setempat dengan upaya pelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan panas bumi,” kata Pri Utami.

Baca juga: Madu Klanceng Lebih Aman Bagi Penderita Diabetes

Kedua, ia juga menekankan pentingnya pemetaan aktivitas ekonomi lokal sebelum proyek panas bumi dijalankan. Semestinya, pemanfaatan panas bumi tidak berdiri sendiri, melainkan bersinergi dengan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Potensi sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif perlu diidentifikasi sebagai mitra sinergis energi. Dengan begitu, proyek panas bumi tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga menumbuhkan ekosistem ekonomi yang luas.

Integrasi panas bumi dengan ekonomi lokal akan memperkuat ketahanan komunitas dalam menghadapi perubahan. Sekaligus menurunkan risiko ketergantungan ekonomi terhadap sektor tertentu saja.

Baca juga: Apa Rahasia Seduhan Kopi Tubruk Terasa Lebih Nendang?

Ketiga, Pri Utami juga menyerukan penerbitan regulasi khusus mengenai pemanfaatan langsung energi panas bumi. Regulasi ini dinilai penting untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja yang berbasis energi bersih dan berkelanjutan.

Keempat, tak kalah penting adalah pendidikan. Pendidikan berbasis lokal ini diyakini dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap potensi energi di wilayah masing-masing. Anak-anak muda yang memahami potensi daerahnya akan menjadi agen perubahan yang berdaya.

“Perlu ditumbuhkembangkan perangai ilmiah melalui edukasi panas bumi, termasuk melalui muatan lokal mengenai geologi dan potensi panas bumi Indonesia, baik di sekolah formal maupun di ruang-ruang edukasi publik,” ujar dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kementerian ESDMPri Utamiproyek geothermalproyek panas bumiPulau Flores

Editor

Next Post
Ilustrasi ganja medis. Foto TerreDiCannabis_/pixabay.com.

BNN akan Gandeng BRIN untuk Riset Ganja Medis, LBHM Sampaikan Rekomendasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media