Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ribuan Ikan Danau Maninjau Mati, Perlu Multi Stakeholder Atasi Pencemaran  

Kondisi danau sudah mencapai hipereutrofik, yaitu status pencemaran air danau karena mengandung unsur hara yang tinggi akibat peningkatan kadar nitrogen dan fosfor.

Senin, 3 Januari 2022
A A
Bangkai ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 20 Desember 2021. Foto Facebook @SantiSyahril.

Bangkai ikan di Danau Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 20 Desember 2021. Foto Facebook @SantiSyahril.

Share on FacebookShare on Twitter

“Beban limbah organik dari sawah dan pembudidaya harus dikendalikan. Dengan dua langkah tersebut, penampakan danau akan lebih sehat,” ujar Fauzan.

Baca Juga: Prof. Wahyu Andayani: Lindungi Hutan Lewat Pembangunan KPH

Pendapat lain muncul dari Dosen MSP IPB University, Taryono. Menurut dia, Danau Maninjau adalah salah satu aset perairan umum daratan dari 54 juta hektare perairan umum di Indonesia. Danau tersebut memiliki kekhasan, sehingga koherensi dan sinergi menjadi penting agar semua program besar berjalan.

“Perlu ada intervensi manusia, karena gerak manusia akan dibatasi alam dan alam akan membatasi keinginan manusia,” kata Taryono.

Langkah selanjutnya adalah memperkuat upaya perlindungan dengan sustainable finance. Maksudnya, siapa yang mendapatkan manfaat, harus berkontribusi. Misalnya penjual pakan adalah pihak yang paling banyak mendapat benefit. Perlu dilihat dari proses perumusan kebijakan tersebut, siapa saja yang berpartisipasi.

Baca Juga: Jahe Dikembangkan Jadi Obat Terapi Kanker dengan Harga Terjangkau

“Jadi harus ditagih pertisipasinya dari orang yang berkontribusi. Kita juga harus cari tahu siapa “free rider”. Jangan sampai mengorbankan para pembudidayanya saja. Beberapa hal yang perlu direncanakan lebih tajam adalah rencana pengelolaan danau dengan penguatan kelembagaan,” papar Taryono.

Dalam webinar ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Audy Joinaldy mengingatkan, bahwa Danau Maninjau adalah urat nadi kehidupan masyarakat Sumbar. Perlu ada perhatian umum agar dapat disiapkan skema yang tepat dalam mengawal pembangunannya.

Baca Juga: Cadangan Blue Carbon Indonesia Terancam Ekspansi Industri

Guru Besar IPB University, Prof Ario Damar menilai tata ruang menjadi dasar yang penting.

“Ketika kita bicara multi stakeholder, siapa yang akan menggerakkan, ini yang harus dielaborasi menjadi sebuah kekuatan perubahan. Kemudian kita dalami, seberapa besar kepenerimaan terhadap baseline yang ditetapkan,” jelas Ario.

Mengingat inti penting dari keberhasilan adalah menentukan leader yang menggerakkan perubahan perbaikan Danau Maninjau. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Danau ManinjauIPB UniversityKabupaten Agamkeramba jaring apungKJAribuan ikan matiSumbar

Editor

Next Post
Pendistribusian logistik untuk warga terdampak banjir di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Foto Dok BNPB.

Awal Tahun 2022, Kabupaten Bungo Dilanda Bencana Hidrometeorologi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media