“Seabad Observatorium Bosscha bukanlah perjalanan yang mudah di tengah kemajuan sains yang terus memintanya untuk maju dan berperan aktif. Para astronom dengan jumlah tidak banyak terus berupaya untuk menjaga kelestarian dan fungsi observatorium,” kata Dekan FMIPA Prof. Wahyu Srigutomo dalam sambutan peringatan itu di Lembang, 30 Januari 2023.
Baca Juga: Arif Nur Muhammad, Temukan Vaksin Covid-19 Halal Tanpa Penolakan Tubuh
Wahyu menyampaikan, upaya-upaya untuk tetap memberikan layanan prima dilakukan melalui pengembangan instrumen robotik untuk keperluan penelitian dan pendidikan serta inovasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan literasi sains untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas. Di masa depan, lanjutnya, Observatorium Bosscha harus bersiap bertransformasi menjadi “Center of Excellence” astronomi.
Observatorium Bosscha diresmikan pada tanggal 1 Januari 1923 atas prakarsa K.A.R. Bosscha bersama Nederlandsch-Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV), merupakan observatorium astronomi modern pertama di Asia Tenggara. Kehadirannya mengantarkan ilmu astronomi di Indonesia berkontribusi bagi dunia untuk perkembangan astrofisika pada topik bintang, tata surya, dan galaksi. [WLC02]
Sumber: ITB
Discussion about this post