Kamis, 16 Juli 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Satu Abad Observatorium Bosscha

Mengenang sejarah 100 tahun pendirian Observatorium Bosscha yang merupakan observatorium terbesar di indonesia.

Minggu, 5 Februari 2023
A A
Bangunan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Foto bosscha.itb.ac.id.

Bangunan Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Foto bosscha.itb.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menginjak usia 100 tahun alias satu abad pada 2003 ini. Peringatan itu sekaligus menjadi momen istimewa bagi dunia astronomi Indonesia. Sebab, Observatorium Bosscha menjadi institusi pendidikan dan penelitian di bidang astronomi yang berkontribusi pada pengembangan astronomi dan sains di Indonesia, bahkan dunia.

Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah menyampaikan peringatan satu abad ini sekaligus mengapresiasi perjuangan dan karya pendiri Bosscha serta semua orang dan pihak yang berkontribusi pada tiap langkah dalam sejarah panjang ini.

Observatorium Bosscha bukan hanya warisan budaya dan ilmu pengetahuan yang dititipkan pada ITB untuk dijaga. Melainkan juga observatorium modern yang merupakan manifestasi integrasi multidisipliner antara sains, desain, dan teknologi yang selalu ada dalam strategi pengembangan astronomi.

Baca Juga: Sudah 883 Gempa Guncang Kota Jayapura Papua dari Sejak Awal Tahun 2023

Kepala Observatorium Bosscha, Premana Wardayanti Premadi, Ph.D menjelaskan, Observatorium Bosscha merupakan bagian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Pengembangan ke depan yang akan dilakukan observatorium itu mencakup pengembangan jaringan teleskop robotik di multi lokasi, pemanfaatan big data science secara internasional, pengembangan astronomi radio, merintis dan memperkuat jejaring komunitas dan fasilitas astronomi di Indonesia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: 100 Tahun100 Tahun Observatorium Bosschabidang astronomiITBK.A.R. BosschaNederlandsch-Indische Sterrenkundige VereenigingObservatorium Bosschasatu abad

Editor

Next Post
Direktur East Asian Observatory, Prof. Paul Ho. Foto gruber.yale.edu.

Paul Ho: Dulu Lubang Hitam Hanya Bisa Didengar dan Kini Bisa Dilihat

Discussion about this post

TERKINI

  • Tanah longsor di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Mei 2026. Foto BPBDKabupaten Bogor.Pulau Jawa Hadapi Tekanan Ekologis, Negara Harus Hentikan Perampasan Ruang Hidup
    In News
    Kamis, 16 Juli 2026
  • Ilustrasi bocah minum air karena kepanasan. Foto Pezibear/Pixabay.com.Kesadaran Masyarakat atas Heatstroke dan Heat Stress Rendah, Ini Alasannya
    In IPTEK
    Jumat, 10 Juli 2026
  • Ilustrasi orang mengalami heatstroke. Foto Cloud Purple/Pixabay.com.Alarm Dua Kematian Bulan Juni, Heatstroke dan Heat Stress Belum Jadi Perhatian 
    In IPTEK
    Kamis, 9 Juli 2026
  • Ilustrasi tanaman sorgum. Foto RJA1988/Pixabay.com.Kerentanan Pangan Akibat El Nino dan Kemarau Panjang 2026: Kekeringan hingga Ancaman Hama
    In IPTEK
    Senin, 29 Juni 2026
  • Penambangan nikel. Foto djkn.kemenkeu.go.id.Walhi: Kemiskinan Indonesia Naik Akibat Ekonomi Dibangun di Atas Kerusakan Lingkungan
    In News
    Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media