Sabtu, 21 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejarawan UGM: Nama IKN Sebaiknya Tak Hilangkan Nilai Historis Budaya Asal

Nama calon ibu kota negara Nusantara menimbulkan pro kontra. Terlepas hal itu, sebaiknya nama ibu kota negara tidak menghilangkan aspek historis dan sosial budaya masyarakat yang ada di sana sebelumnya.

Kamis, 20 Januari 2022
A A
Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah dikesahkan menjadi UU IKN dalam Rapat Paripurna DPR pada 18 Januari 2022 lalu. Nusantara juga disetujui menjadi nama calon ibu kota negara  baru yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nama itu memunculkan pro dan kontra.

Menurut Sejarawan UGM, Arif Akhyat, frasa Nusantara sudah dikenal sejak masa kerajaan Majapahit. Bahkan pada masa kerajaan sebelumnya, yakni Singasari.

“Penyebutan Nusantara ketika itu untuk merujuk wilayah pulau luar,” kata Arif.

Baca Juga: Asia dan Afrika Dijajah Eropa dengan Kolonialisme, Ini Perbedaannya

Konsep Nusantara pada masa Majapahit merupakan konsep geopolitik untuk mengidentifikasi suatu wilayah yang meliputi Bali, Malayu, Madura dan Tanjungpura. Keempat wilayah itu juga termasuk wilayah Singapura, Malaysia. Juga wilayah Sumatra, Borneo, Sulawesi dan Maluku, Lombok, Timor. Bahkan, pengaruhnya sampai Champa, Cambodia, Annam dan Siam.

“Jadi secara geografis, Nusantara lebih luas dari apa yang sekarang disebut Indonesia. Dan Nusantara bukan Jawa, tetapi justru merujuk luar Jawa,” kata Arif Akhyat.

Lantaran wilayah Jawa masa itu disebut dengan “dvipantara”, dimana dvipa berarti Jawa.

Menurut pandangan dosen Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini, kata Nusantara untuk penamaan suatu wilayah tidak mengandung perspektif negatif atau positif. Melainkan hanya sebuah nama untuk menyebut wilayah di luar Jawa.

Baca Juga: Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Yang menjadi persoalan, lanjut Arif, terkait tafsir nama itu digunakan sebagai kebijakan politik untuk pemerataan, keseimbangan, keadilan pembangunan. Semestinya, menurut Arif, inti pemindahan IKN itu bukan soal nama, melainkan seberapa jauh persiapan yang dilakukan dengan berbagai analisis  secara komprehensif dan multidisipliner.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arif Akhyatibu kota negaraIKNMajapahitNusantaraPresiden JokowiPresiden SukarnoSingasariUGM

Editor

Next Post
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau kawasan terdampak gempa Banten, Kamis, 20 Januari 2022. Foto BNPB.

Wapres Ma’ruf Amin Tinjau Kampung Cibeulah Terdampak Gempa Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Pencemaran di sungai-sungai di Jabodetabek. Foto Dok. Walhi.Pencemaran Sungai-sungai di Jabodetabek Berulang Setiap Tahun
    In Lingkungan
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Padang lamun. Foto ugm.ac.id.Ada 16.312 Data Keanekaragaman Hayati Kurun 2020-2024 di Indonesia
    In Rehat
    Selasa, 17 Februari 2026
  • Air melimpas ke jalan raya Purwodadi-Semarang, akibat tanggul tidak mampu menampung debit air di Dusun Mlati, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin, 16 Februari 2026. Foto BPBD Kabupaten Grobogan.Banjir Rendam 34 Desa di Grobogan, Beberapa Tanggul Jebol
    In Bencana
    Senin, 16 Februari 2026
  • Peneliti BRIN melakukan penelitian di Sungai Cisadane. Foto Dok. BRIN.Sungai Cisadane Tercemar Pestisida, Peneliti BRIN Bagikan Strategi Mitigasi Darurat
    In Lingkungan
    Senin, 16 Februari 2026
  • Citra satelit terkait potensi monsun Asia yang menguat. Foto Dok. BMKG.Monsun Asia Menguat, Waspada Potensi Hujan Lebat di Aceh hingga Papua
    In News
    Minggu, 15 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media