Selasa, 22 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejarawan UGM: Nama IKN Sebaiknya Tak Hilangkan Nilai Historis Budaya Asal

Nama calon ibu kota negara Nusantara menimbulkan pro kontra. Terlepas hal itu, sebaiknya nama ibu kota negara tidak menghilangkan aspek historis dan sosial budaya masyarakat yang ada di sana sebelumnya.

Kamis, 20 Januari 2022
A A
Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

“Jangan sampai pemindahan IKN hanya sebagai retorika politik dan praktik politik mercusuar,” papar Arif.

Dia berpandangan, nama ibu kota negara sebaiknya merujuk pada nama wilayah itu sebelumnya. Sebab, bila terjadi pemilihan nama baru untuk sebuah wilayah biasanya akan menghilangkan aspek historis dan konstruksi sosial budaya masyarakat yang sudah menempati sebelumnya.

“Dalam kajian sejarah, nama-nama kota, apalagi ibu kota, selalu terkait dengan kemegahan kota masa lalu,” pungkasnya.

Ada motif setiap pemindahan ibu kota negara

Cita-cita pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan sudah tercetus sejak masa Presiden Sukarno. Namun, lanjut Arif, Sukarno punya motif pemindahan yang berbeda dengan masa Presiden Joko Widodo. Sepanjang pengetahuannya, berbagai motif dan alasan melatarbelakangi setiap perpindahan IKN. Misalnya, ibu kota negara pernah pindah ke Yogyakarta pada 1946 karena kondisi politik Jakarta tidak aman, revolutif, dan di bawah ancaman agresi militer Belanda.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Sementara gagasan pemindahan ibu kota negara ke Palangkaraya oleh Sukarno pada 1957, menurut Arif, salah satunya karena ada intrik politik militer pada 1957 dengan gerakan separatisme dari berbagai daerah, sehingga Jakarta tidak aman.

“Jadi  persoalan perpindahan IKN ini bukan sekedar relevan atau tidak. Namun seberapa jauh urgensi dan kesiapan berbagai bidang dalam mengatur keseimbangan dan keadilan pembangunan. Lebih jauh lagi, kebijakan makro dalam konteks pembangunan, termasuk perpindahan IKN jangan sampai ahistoris dan bersifat politis,” papar Arif, dilansir dari laman ugm.ac.id, Kamis, 20 Januari 2022. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Arif Akhyatibu kota negaraIKNMajapahitNusantaraPresiden JokowiPresiden SukarnoSingasariUGM

Editor

Next Post
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau kawasan terdampak gempa Banten, Kamis, 20 Januari 2022. Foto BNPB.

Wapres Ma’ruf Amin Tinjau Kampung Cibeulah Terdampak Gempa Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media