Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Asia dan Afrika Dijajah Eropa dengan Kolonialisme, Ini Perbedaannya

Dua benua besar, Asia dan Afria sama-sama pernah dijajah negara-negara di Benua Eropa. Dan mereka bangkit berjuang melawan penjajahan dengan National Building dan Pan Afrika.

Rabu, 19 Januari 2022
A A
Ilustrasi peta dunia. Foto uii.ac.id.

Ilustrasi peta dunia. Foto uii.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Benua Asia dan Afrika merupakan dua benua yang pernah menjadi daerah jajahan negara-negara Eropa. Namun kedua kawasan ini mengalami kolonialisme dengan cara dan motif yang berbeda.

“Motif kolonialisme yang diusung bangsa Eropa di Asia berbeda dengan di Afrika,” kata Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Islam Indonesia (UII), Mohamad Rezky Utama dalam talk show bertajuk Ngalir Live Talk bertema The Rise and Fall of Asia and Africa sebagaimana dilansir dari laman uii.ac.id, Kamis, 13 Januari 2022.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg hingga Raja Belanda Blusukkan ke Kampoeng Cyber

Di mencontohkan penjajahan oleh Spanyol dan Portugis. Awalnya, kedua negara ini mengusung misi gold, glory, dan gospel, yakni keinginan menangguk keuntungan yang banyak (gold), membuat koloni-koloni daerah jajahan (glory), serta menyebarkan agama atau keyakinan (gospel). Kemudian misi itu diubah untuk menjadikan negara jajahannya mengadopsi budaya Spanyol dan Portugis.

“Semisal Filipina yang mengalami kristenisasi secara massal dan diwajibkan menggunakan bahasa Spanyol,” kata Utama.

Gaya yang berbeda diusung oleh Belanda dan Inggris yang lebih mengedepankan motif keuntungan ekonomi melalui perdagangan. Mereka melakukan ekspansi dan eksploitasi melalui perusahaan dagang, seperti Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) milik Belanda dan East India Company milik Inggris.

“Kalau penjajahan di benua Afrika dilatarbelakangi motif mentalitas superior bangsa-bangsa Eropa,” papar Wahyu Arif Raharjo yang juga Dosen HI UII.

Baca Juga: Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Salah satu bentuk praktik bentuk penjajahan itu adalah jual beli budak. Wahyu menjelaskan, dalih lain yang digunakan oleh negara-negara Eropa dalam menjajah Afrika adalah rasisme saintifik yang mencoba untuk mengklasifikasikan kecerdasan setiap bangsa berdasarkan ras seseorang.

Dampaknya, ada dogma yang seolah bangsa Eropa yang berkulit putih jauh lebih cerdas dibandingkan bangsa Afrika yang kulit hitam.

“Ini jadi sebuah motivasi seolah Eropa harus menyelamatkan orang Afrika (dari kebodohan) melalui penjajahan,” imbuh Wahyu.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AfrikaAsiaEropakolonialismeNation BuildingNation StatePan AfrikaUII

Editor

Next Post
Induk orangutan kalimantan, Max dan bayinya, Mely di Suaaka Margasatwa Lamanau, Kalimantan Tengah. Foto Sugih Trianto/menlhk.go.id.

Mely, Bayi Orangutan Pertama 2022 yang Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media