Selasa, 16 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sejarawan UGM: Nama IKN Sebaiknya Tak Hilangkan Nilai Historis Budaya Asal

Nama calon ibu kota negara Nusantara menimbulkan pro kontra. Terlepas hal itu, sebaiknya nama ibu kota negara tidak menghilangkan aspek historis dan sosial budaya masyarakat yang ada di sana sebelumnya.

Kamis, 20 Januari 2022
A A
Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Ilustrasi calon ibu kota negara. Foto ugm.ac.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Rancangan Undang-undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) telah dikesahkan menjadi UU IKN dalam Rapat Paripurna DPR pada 18 Januari 2022 lalu. Nusantara juga disetujui menjadi nama calon ibu kota negara  baru yang terletak di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Nama itu memunculkan pro dan kontra.

Menurut Sejarawan UGM, Arif Akhyat, frasa Nusantara sudah dikenal sejak masa kerajaan Majapahit. Bahkan pada masa kerajaan sebelumnya, yakni Singasari.

“Penyebutan Nusantara ketika itu untuk merujuk wilayah pulau luar,” kata Arif.

Baca Juga: Asia dan Afrika Dijajah Eropa dengan Kolonialisme, Ini Perbedaannya

Konsep Nusantara pada masa Majapahit merupakan konsep geopolitik untuk mengidentifikasi suatu wilayah yang meliputi Bali, Malayu, Madura dan Tanjungpura. Keempat wilayah itu juga termasuk wilayah Singapura, Malaysia. Juga wilayah Sumatra, Borneo, Sulawesi dan Maluku, Lombok, Timor. Bahkan, pengaruhnya sampai Champa, Cambodia, Annam dan Siam.

“Jadi secara geografis, Nusantara lebih luas dari apa yang sekarang disebut Indonesia. Dan Nusantara bukan Jawa, tetapi justru merujuk luar Jawa,” kata Arif Akhyat.

Lantaran wilayah Jawa masa itu disebut dengan “dvipantara”, dimana dvipa berarti Jawa.

Menurut pandangan dosen Departemen Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini, kata Nusantara untuk penamaan suatu wilayah tidak mengandung perspektif negatif atau positif. Melainkan hanya sebuah nama untuk menyebut wilayah di luar Jawa.

Baca Juga: Baboe Mengalami Diskriminasi Sekaligus Diperlakukan Sama oleh Keluarga Kolonial

Yang menjadi persoalan, lanjut Arif, terkait tafsir nama itu digunakan sebagai kebijakan politik untuk pemerataan, keseimbangan, keadilan pembangunan. Semestinya, menurut Arif, inti pemindahan IKN itu bukan soal nama, melainkan seberapa jauh persiapan yang dilakukan dengan berbagai analisis  secara komprehensif dan multidisipliner.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Arif Akhyatibu kota negaraIKNMajapahitNusantaraPresiden JokowiPresiden SukarnoSingasariUGM

Editor

Next Post
Wakil Presiden Ma'ruf Amin meninjau kawasan terdampak gempa Banten, Kamis, 20 Januari 2022. Foto BNPB.

Wapres Ma’ruf Amin Tinjau Kampung Cibeulah Terdampak Gempa Banten

Discussion about this post

TERKINI

  • Dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University, Meutia Samira Ismet. Foto itk.ipb.ac.id.Meutia Ismet: Tambang Nikel Teluk Buli Ancam Ekosistem Laut hingga Kesehatan
    In Sosok
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Baleg DPR Janjikan RUU Masyarakat Adat Selesai 2026, Apa Saja akan Diatur?
    In Rehat
    Sabtu, 13 Juni 2026
  • Sidang gugatan intervensi Walhi atas kasus gugatan KLH melawan PT TPL di PN Medan, 10 Juni 2026. Foto Dok. Walhi.Gugatan Intervensi Walhi, PT TPL Harus Pulihkan 29.939 Ha Kawasan Terdampak Senilai Rp2,6 Triliun
    In News
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Dosen Geologi Fakultas Teknik UGM, Gayatri Indah Marliyani. Foto Kagama.coGayatri Marliyani: Gempa Bumi di Laut Mindanao Umum Terjadi
    In Sosok
    Jumat, 12 Juni 2026
  • Ilustrasi kemarau panjang. Foto Adege/Pixabay.com.BMKG Prediksi El Nino 2026 Bertahan hingga Awal 2027
    In News
    Kamis, 11 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media