Minggu, 6 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sukabumi Diguncang Gempa Dangkal 5,1 Magnitudo

Selasa, 6 Juni 2023
A A
Pusat gempa dangkal di Pantai Selatan Cianjur, Jawa Barat, magnitudo 5,1 yang terjadi pada Selasa, 6 Juni 2023, pukul 14.23 WIB. Foto inatews.bmkg.go.id.

Pusat gempa dangkal di Pantai Selatan Cianjur, Jawa Barat, magnitudo 5,1 yang terjadi pada Selasa, 6 Juni 2023, pukul 14.23 WIB. Foto inatews.bmkg.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa dangkal dengan kekuatan 5,1 magnitudo pada Selasa, 6 Juni 2023. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan pada pukul 14.23 WIB, gempa terjadi di wilayah Pantai Selatan Cianjur, Jawa Barat.  Dampak lindu ini, wilayah Sukabumi diguncang gempa yang dirasakan hingga skala IV MMI.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyatakan, gempa tektonik di wilayah Pantai Selatan Cianjur, termasuk jenis gempa dangkal.

Hasil analisis BMKG, gempa yang terjadi memiliki parameter update dengan 5,0 magnitudo. Sedangkan pusat berada di laut yang terletak pada koordinat 7,92 derajat Lintang Selatan, 107,03 derajat Bujur Timur, pada jarak 111 kilometer Tenggara Kota Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 48 kilometer.

Baca Juga: Ini Sumber Gempa Darat Sukabumi Dirasakan hingga Bandar Lampung

Menurut Daryono, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust),” sebut Daryono.

BMKG menegaskan, gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami, sementara dampak guncangan gempa cukup terasa di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: aktivitas Lempeng Indo Australiagempa Cianjurgempa dangkalgempa Pantai Selatan CianjurSukabumi diguncang gempa

Editor

Next Post
Musim kemarau lebih kering 2023, berpotensi berdampak karhutla lebih besar dari tiga tahun terakhir. Foto: neelam279/pixabay.com.

Kemarau Lebih Kering Tujuh Provinsi Ini Berpotensi Karhutla Lebih Besar

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media