Sabtu, 27 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teh Tubruk, Solusi Aman Menghindari Mikroplastik dari Kantong Teh Celup

Hasil temuan soal mikroplastik dalam teh celup, tak serta merta melarang peredaran teh celup karena belum ada aturan baku kandungan mikroplastik yang aman.

Sabtu, 8 Februari 2025
A A
Ilustrasi teh tubruk. Foto Pexels/pixabay.com.

Ilustrasi teh tubruk. Foto Pexels/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Penelitian terbaru yang dipublikasikan di media massa menyebutkan, bahwa dari lima produk teh celup yang beredar secara komersial di masyarakat melepaskan mikroplastik dari kantong teh celup saat diseduh dengan air panas.

Peneliti mikroplastik Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecological Observation and Wetlands Conservation/ Ecoton), Rafika Aprilianti menjelaskan, penelitian ini mengungkapkan kantong teh celup berbahan plastik berpotensi melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke dalam tubuh. Sebab, saat kantong teh yang terbuat dari polimer itu dimasukkan ke dalam air panas, partikel mikroplastik yang dilepaskan bisa terserap oleh sel-sel usus dan memasuki aliran darah.

“Dari lima produk teh celup yang umum banyak beredar dan telah diteliti, semunya melepaskan mikroplastik saat diseduh,” ungkap Rafika, Senin, 3 Februari 2025.

Baca juga: Konsep Giant Sea Wall Versi Ahli yang Diklaim Tidak Meminggirkan Nelayan

Menanggapi hasil temuan ini, Dosen di Departemen Perilaku Kesehatan, Lingkungan, dan Kedokteran Sosial, FK-KMK UGM, Annisa Utami Rauf mengatakan, keberadaan hasil temuan tersebut tidak serta merta membuat peredaran teh celup dilarang. Sebab belum ada aturan baku yang menyebutkan berapa kandungan mikroplastik yang seharusnya ada dalam kantong teh celup. Bahkan benang gantungannya saja sudah mengandung fragment mikroplastik.

“Sepengetahuan saya tuh belum ada standar level yang baku. Jadi kami nggak tahu, misalnya beberapa kali minum itu dianggap berbahaya atau satu kali minum berbahaya. Meskipun mikroplastik itu emergence kontaminan,” kata Annisa.

Bagi konsumen yang suka minum teh celup, jika khawatir soal mikroplastik ini, maka bisa mengganti dengan penyajian menggunakan teh seduh yang disaring atau sejenis teh tubruk.

Baca juga: Arsinum, Inovasi Air Laut Siap Minum untuk Masyarakat Pesisir dan Pulau Kecil

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FKKMK UGMkantong teh celupmikroplastikteh celupteh tubruk

Editor

Next Post
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah. Foto Dok. PPID KLHK.

Perlu Penilaian Kerugian Lingkungan yang Inovatif untuk Pemulihan Ekosistem

Discussion about this post

TERKINI

  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Para pejabat menunjukkan peta calon lokasi bandar antariksa di Distrik Biak Utara yang mengancam wilayah adat Warbon. Foto Istimewa.LBH Papua Nilai Rencana Pembangunan Bandar Antariksa di Wilayah Adat Warbon Cacat Hukum
    In Lingkungan
    Sabtu, 20 Juni 2026
  • Ilustrasi tawon yang berkoloni. Foto jcbeni.Pixabay.com.Tawon yang Berkoloni Mengenali Wajah Manusia yang Mengganggunya
    In IPTEK
    Jumat, 19 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media