Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Teknik Alternate Wetting and Drying Hasilkan Padi Berkualitas dan Rendah Karbon

Senin, 16 Juni 2025
A A
Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Teknologi irigasi seperti AWD dan sistem pemupukan berbasis sensor serta direct-seeded rice (DSR) menjadi andalan IRRI dalam menurunkan emisi dan penggunaan air tanpa mengorbankan hasil panen.

“Inovasi seperti ini menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan sistem pertanian sekaligus mendukung pencapaian target iklim global,” ujar Ando.

Baca juga: Gedung Backup Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Beroperasi 24 Jam Merespons Bencana

Di sisi lain, Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN, Yudhistira Nugraha, memaparkan bahwa Indonesia mengalami surplus beras sebesar empat juta ton pada 2024. Namun biaya produksi beras Indonesia per hektare masih tinggi, di atas rata-rata regional Asia.

“Biaya produksi beras di Indonesia masih sangat tinggi, yakni sekitar Rp12,5 juta per hektare. Ini menghambat daya saing kita dibandingkan negara-negara Asia seperti Thailand atau Vietnam,” jelas Yudhistira.

Baca juga: Pro Kontra Isu Tambang Nikel, Kemenpar Sebut Raja Ampat Aman Dikunjungi

Dia menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih adaptif terhadap iklim, efisien dalam sumber daya, dan ramah lingkungan demi menekan beban produksi. Mengingat, tantangan yang dihadapi saat ini mencakup tingginya konsumsi input, degradasi tanah, perubahan iklim, hingga rendahnya efisiensi pascapanen.

“Jadi produktivitas saja tidak cukup. Kita harus memahami lingkungan dan mendorong pengembangan padi secara efisien dan ramah lingkungan untuk mengejar pembangunan berkelanjutan,” kata dia. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: alternate wetting and dryingBRINInternational Rice Research Institutepadi rendah karbon

Editor

Next Post
Tangkapan layar video yang menunjukkan kolom abu vulkanik yang membumbung tinggi dari erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 17 Juni 2025 sore. Foto BPBD Kabupaten Flores Timur.

Status Awas Lagi, Tinggi Kolom Abu Erupsi Lewotobi Laki-laki Capai 10 Km Lebih

Discussion about this post

TERKINI

  • KLH/BPLH meninjau proses pencarian korban longsoran sampah di TPA Bantar Gebang, Bekasi, 8 maret 2026. Foto KLH/BPLH.TPST Bantargebang Longsor Lagi, Alarm Keras Pengelolaan Sampah Open Dumping
    In Bencana
    Senin, 9 Maret 2026
  • Ilustrasi sakit campak. Foto Kemenkes.Vaksinasi Penting karena Campak Cepat Menular dan Ada Risiko Jangka Panjang
    In Rehat
    Senin, 9 Maret 2026
  • Titik transfer batu bara melalui ship to ship di Kalimantan Timur. Foto Walhi Kaltim.Peninjauan Kembali RTRW Kalimantan Timur Harus Berpihak pada Nelayan dan Lingkungan
    In Lingkungan
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Ilustrasi roti berjamur. Foto jackmac34/pixabay.com.Temuan Roti MBG Berjamur, Pakar Ingatkan Sebaiknya Tak Dikonsumsi
    In Rehat
    Minggu, 8 Maret 2026
  • Presiden RI Prabwo Subianto dan Presiden AS Donald Trumph. Foto White House/Setpres.Walhi: Perjanjian Dagang Resiprokal Indonesia-AS Melanggengkan Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 7 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media