Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Temuan Indonesian Wild Shiitake, Bukti Jutaan Spesies Jamur Belum Terungkap

Penelitian awal menunjukkan bahwa jamur liar asal Indonesia ini memiliki karakter genetik yang berbeda dari isolat luar negeri yang tersedia di basis data internasional.

Minggu, 20 Juli 2025
A A
Spesies jamur Indonesian Wild Shiitake yang ditemukan di Jambi. Foto Hayai Journal of Biosciences.

Spesies jamur Indonesian Wild Shiitake yang ditemukan di Jambi. Foto Hayai Journal of Biosciences.

Share on FacebookShare on Twitter

Tim IPB University saat ini masih berfokus pada tahap taksonomi. Kemudian akan melanjutkan ke proses budi daya serta produksi.

Baca juga: Temuan Walhi di 10 Provinsi, Praktik Penertiban Kawasan Hutan Justru Melegalkan Kejahatan Negara

Penelitian awal menunjukkan bahwa Lentinula lateritia asal Indonesia memiliki karakter genetik yang berbeda dari isolat luar negeri yang tersedia di basis data internasional. Temuan ini mengindikasikan ada adaptasi khas terhadap ekosistem hutan tropis Indonesia, serta potensi kandungan senyawa bioaktif yang unik.

Kandungan senyawa fenolik dan polisakarida dalam jamur ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang menjanjikan untuk dikembangkan dalam bidang pangan fungsional atau farmasi. Namun, pemanfaatannya tetap harus berbasis riset ilmiah yang kuat agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari.

Kolaborasi masyarakat adat juga menyoroti keterbatasan sumber daya manusia sebagai tantangan dalam eksplorasi jamur di Indonesia. Dengan luas wilayah yang besar, jumlah ahli taksonomi jamur di Indonesia dinilai masih sangat sedikit.

Baca juga: Artefak Hasil Ekskavasi 15 Tahun Lalu Dikembalikan ke Labuan Bajo

Untuk mengatasi hal tersebut, Ivan menjalin kerja sama dengan masyarakat lokal, termasuk masyarakat adat. Mereka dilatih untuk mendokumentasikan, memotret, dan mengawetkan sampel jamur sebelum dikirim ke laboratorium IPB di Bogor.

Selain itu, kolaborasi juga dilakukan melalui komunitas daring seperti grup Facebook “Komunitas Pemburu Jamur Indonesia” yang kini memiliki lebih dari 200 ribu anggota. Komunitas ini menjadi sumber informasi lapangan yang sangat membantu dalam pemetaan sebaran jamur di Indonesia.

Ivan berharap lebih banyak pihak terlibat dalam eksplorasi dan konservasi jamur liar Indonesia.

“Kita tidak perlu mencari kebaruan terlalu jauh, karena jutaan spesies jamur di negeri ini belum terungkap. Justru mereka yang mencari kita,” ucap dia. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: FMIPA IPB UniversityIndonesian Wild Shiitakekekayaan hayatiLentinula lateritiaspesies jamur

Editor

Next Post
Kondisi lahan dan hutan yang terbakar di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, 21 Juli 2025. Foto Dok. BNPB.

Hasil Tinjauan BNPB, Kebakaran Lahan dan Hutan Terjadi di Seluruh Wilayah Riau

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media