Wanaloka.com – Tak semua Menteri Kabinet Indonesia Maju mengikuti kemegahan upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 17 Agustus 2024 lalu. Mereka melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk menggelar upacara kemerdekaan di wilayah 3T, yakni tertinggal, terdepan, dan terluar. Beberapa menteri tampak memimpin upacara di gunung, di laut, bahkan di pulau terluar. Siapa saja mereka?
Inspektur Upacara di 1.200 mdpl Gunung Rinjani
Adalah Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-79 RI di Sembalun. Tempat itu adalah salah satu lokasi konservasi terindah di Taman Nasional Gunung Rinjani, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sembalun berada di ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dari Gunung Rinjani. Sementara untuk mendaki hingga ke puncak gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia itu harus menempuh ketinggian 3.726 mdpl.
Baca Juga: Tujuh Masalah Struktural Agraria yang Tak Disinggung Jokowi dalam Pidato Kenegaraan
Siti didampingi Dirjen KSDAE, Dirjen Gakkum, Kepala BSI, staf ahli, eselon II, dan Kepala UPT Lingkup KLHK wilayah Bali Nusa Tenggara. Upacara dihadiri berbagai elemen mulai dari pemerintah daerah, aparat TNI dan Polri, tokoh masyarakat, pelajar, hingga organisasi wanita dan kepemudaan sebagai peserta upacara.
Upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Sembalun berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Nusantara Baru, Indonesia Maju”. Tema ini menjadi simbol semangat untuk mendorong kemajuan dan keberlanjutan bangsa.
“Kemerdekaan yang diraih harus mencakup makna lebih luas. Selain kemerdekaan politik, juga kebebasan untuk hidup di lingkungan yang sehat dan lestari serta untuk hidup sejahtera,” kata Siti.
Baca Juga: HUT RI, Organisasi Sipil dan Warga Korban IKN Serukan “Indonesia is Not For Sale”
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan, melalui upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan, pemanfaatan akses hutan sosial bagi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur hijau.
Usai upacara, Siti berinteraksi dan melihat langsung hasil kerja masyarakat setempat. Ia menyempatkan untuk menyapa para pendaki yang berada di ketinggian puncak Rinjani 3.726 mdpl. Juga berkomunikasi melalui telekonferensi dengan para pendaki di ketinggian sekitar 2.008 mdpl yang turut menggelar upacara di Danau Segara Anak. Para pendaki ini merupakan peserta kegiatan Tapak Rinjani dari Mapala Fakultas Ekonomi Universitas Mataram.
Selanjutnya, Siti mengadakan pertemuan di kantor Resort 2 TNG Rinjani di Sembalun dengan enam kelompok masyarakat konservasi. Sekaligus menyerahkan bantuan usaha ekonomi produktif tiap-tiap kelompok sebesar Rp30 juta. Ia juga berkesempatan melepaskan liarkan Elang Bondol bernama Anjani dan Jayengrana, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian alam.
Baca Juga: Kekeruhan Atmosfer Akibat Erupsi Gunung Merapi 2010 Turun 36 Persen
Siti juga berkunjung ke Persemaian Mandalika. Ia menyampaikan, Indonesia telah memiliki enam persemaian skala besar yang sudah beroperasional penuh, yaitu Persemaian Rumpin di Bogor, Persemaian Mentawir di Kalimantan Timur, Persemaian Likupang di Sulawesi Utara, Persemaian Bajo di NTT, Persemaian Toba di Sumatera Utara, dan Persemaian Mangrove G20 Suwung di Bali.
Menyusul kemudian Persemaian Lianganggang di Kalimantan Selatan yang sedang persiapan operasional dan Persemaian Mandalika yang perkembangannya telah mencapai 90 persen. Juga Persemaian Kemampo di Sumatera Selatan yang saat ini dalam proses pembangunan. Ia juga mengajak untuk memikirkan tata kelola persemaian skala besar ke depan.
“Persemaian Mandalika merupakan upaya percepatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) di NTB. Harapannya dapat berkolaborasi dengan Dinas Provinsi NTB melalui penyiapan hub-hub di seluruh KPH,” kata dia.
Discussion about this post