Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Tiga Menteri Gelar Upacara HUT ke-79 RI di Gunung, Dasar Laut dan Pulau Terluar

Minggu, 18 Agustus 2024
A A
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera amerha Putih di dasar laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno mengibarkan bendera amerha Putih di dasar laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga: Pelajari Ilmu Aerosol untuk Rancang Strategi Hadapi Krisis Iklim

Kibarkan Merah Putih di Laut Pulau Pramuka

Kemudian Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang melakukan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Pulau Pramuka tahun ini lolos 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024.

Sandiaga tiba di Pulau Pramuka pukul 09:45 WIB menggunakan speed boat yang berangkat dari dermaga Pantai Marina Ancol. Ia menuju Lapangan Sepak Bola Pulau Pramuka untuk mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI yang dilakukan secara daring dari IKN.

“Ini merupakan keberpihakan pemerintah pusat kepada daerah terdepan, terluar, dan di beberapa aspek masih tertinggal dibandingkan dengan teman-teman kita di daratan, di Daerah Khusus Jakarta. Semoga Kepulauan Seribu yang selama ini mengalami banyak tantangan bisa segera mencapai banyak kemajuan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Sandiaga.

Baca Juga: SiTampan, Metode Tanam Mangrove untuk Lahan Ekstrem

Sandiaga mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kepulauan Seribu. Ia pun telah hadir melalui serangkaian program unggulan seperti ADWI 2024 dan kabupaten/kota (KaTa) Kreatif untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, terutama generasi muda di Kepulauan Seribu.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga mengenakan busana Suku Dayak Lebo Pedalaman Kelay, Berau, Kalimantan Timur. Busana itu berupa rompi berbahan kulit kayu warna cokelat dilengkapi dengan topi berhias bulu burung enggang yang berjuntai. Ia mendapatkan busana ini langsung dari Berau saat kunjungan ke Desa Wisata Derawan.

Pimpin Upacara di Sabu Raijua

Adalah Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono memastikan optimalisasi pelaksanaan program ekonomi biru, sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat termasuk yang berada pulau-pulau kecil dan terluar.

Baca Juga: Target Nol Emisi Karbon di IKN Sulit Tercapai, Ini Alasan Pengamat

“Kehadiran kami di Kabupaten Sabu Raijua, sebagai salah satu bentuk komitmen dan perhatian untuk mengangkat potensi daerah terluar,” ujar Trenggono saat menjadi inspektur upacara di Kabupaten Sabu-Raijua, Nusa Tenggara Timur.

Ia ingin melihat bagaimana implementasi pembangunan di sektor kelautan dan perikanan, khususnya di Kabupaten Sabu Raijua. Ia juga ingin memastikan semua punya semangat yang sama, bahwa program pembangunan kelautan dan perikanan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat di daerah terluar di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut Trenggono menjelaskan, bahwa program ekonomi biru yang digagasnya merupakan upaya untuk mendorong pembangunan di sektor kelautan dan perikanan secara merata. Selain sebagai upaya menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekologi laut bagi generasi mendatang, seluruh program tersebut prinsipnya adalah ikhtiar untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi kelautan dan perikanan yang merata antar wilayah serta tumbuhnya ekosistem bisnis kelautan dan perikanan yang kuat dan mandiri.

Program ekonomi biru meliputi memperluas kawasan konservasi laut; penangkapan berbasis kuota; mengembangkan laut, tawar, ikan terukur budidaya air payau yang berkelanjutan; Pengelolaan dan pengawasan pesisir dan pulau-pulau kecil; serta penanganan sampah plastik di laut melalui gerakan partisipasi nelayan atau Bulan Cinta Laut (BCL). [WLC02]

Sumber: PPID KLHK, Kemenparekraf, KKP

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: daerah 3THUT ke-79 RIKabupaten Sabu RaijuaPulau Pramukasampah lautSembalunTaman Nasional Gunung Rinjani

Editor

Next Post
Berwisata menyelam sembari melakukan transplantasi terumbu karang di Pulau Pramuka, 17 Agustus 2024. Foto Dok. Kemenparekraf.

Menyelam Sambil Melakukan Transplantasi Terumbu Karang demi Wisata Berkelanjutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media