“Kami mengusulkan dua-duanya (homolog dan heterolog). Tapi keputusan dari BPOM,” imbuh Tri Puspaningsih.
Ia mengungkapkan sejak proses uji klinis, Vaksin Merah Putih sudah dimasukkan di PeduliLindungi oleh Kementerian Kesehatan. Namun dalam aplikasi tersebut tidak ada fitur yang menampilkan vaksin tersebut dalam tahapan uji klinis. Nantinya, proses tersebut akan akan ditangani pihak RS Soetomo agar nama-nama relawan uji klinis dapat diproses untuk dimasukkan dalam PeduliLindungi.
“Tidak perlu khawatir, nanti akan diproses untuk masuk PeduliLindungi. Masih proses administrasi,” kata Tri Puspaningsih.
Baca Juga: Menkes: Fokus Penanganan Pasien Omicron di Rumah, Bukan Rumah Sakit
Tak hanya didistribusikan di dalam negeri. Menurut Tri, apabila telah terdaftar di World Health Organization (WHO), vaksin Merah Putih juga akan didistribusikan ke luar negeri, seperti Afrika dan Timur Tengah.
“Kami ingin berkontribusi sebagai vaksin di luar negeri karena sudah memiliki sertifikat halal,” jelas Tri Puspaningsih. [WLC02]
Sumber: unair.ac.id
Discussion about this post