Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Ular Gadung Berbisa Tapi Tak Berbahaya

Ular ini bisa beradaptasi dengan lingkungannya sehingga merupakan predator ulung yang nyaris tak terdeteksi mangsa maupun pemangsa.

Jumat, 4 April 2025
A A
Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Ular gadung di Pulau Bawean. Foto Dok. BBKSDA Jatim.

Share on FacebookShare on Twitter

Namun ular gadung bukanlah ancaman bagi manusia. Bisa yang dimilikinya hanya bersifat lemah dan tidak berbahaya bagi manusia dewasa. Hanya saja, stigma terhadap ular sering kali membuat spesies ini diburu atau dibunuh, meskipun sebenarnya ia memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Baca juga: Nurhabli Ridwan, Peduli Konservasi Sejak Ikut Pramuka

Di balik keindahannya, ular gadung menghadapi tantangan besar. Hilangnya habitat akibat deforestasi dan perubahan iklim menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan hidupnya. Hutan yang terus menyusut memaksa spesies ini beradaptasi dengan lingkungan yang semakin terbatas, bahkan kadang ditemukan di area perkotaan atau pemukiman manusia.

Memahami keberadaan ular gadung bukan hanya soal mengenali keunikan spesies ini, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa hidup berdampingan dengan alam tanpa merusaknya. Sebab, di setiap helai daun yang bergoyang dan setiap bayangan hijau yang melintas di antara ranting, ada kisah keajaiban evolusi yang terus bertahan dari generasi ke generasi.

Dalam keheningan hutan yang masih terjaga, Ahaetulla prasina tetap melanjutkan perjalanannya, menyelinap di antara daun-daun, menjadi bagian dari simfoni liar yang menghidupi ekosistem tropis. Dan selagi hutan masih berdiri tegak, ia akan terus ada. Sang pengelana hijau yang menjaga keseimbangan alam dengan cara yang hanya bisa ia pahami. [WLC02]

Sumber: KSDAE Kementerian Kehutanan

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: BBKSDA JatimPulau Baweanular gadung

Editor

Next Post
Ilustrasi tanaman kopi. Foto mciriaco/pixabay.com.

Kisah Petani Kopi Cibulao, Dari Penjarah hingga Penjaga Hutan

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media