Kamis, 12 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Walhi: Investasi Resort di Kawasan Karst Ancaman Kekeringan di Gunungkidul

Pembangunan atas nama wisata acapkali ugal-ugalan. Mengutamakan keuntungan, mengesampingkan perlindungan lingkungan.

Rabu, 20 Desember 2023
A A
Pantai Krakal di Gunungkidul. Foto wisata.gunungkidulkab.go.id.

Pantai Krakal di Gunungkidul. Foto wisata.gunungkidulkab.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta mengkritisi pembangunan Resort dan Beach Club Bekizart di Pantai Krakal, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul. Lantaran proyek yang digarap dua selebritas sekaligus pengusaha Raffi Ahmad bersama Arbi Leo lewat perusahaan PT. Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI) akan dimulai pada 2024 hingga 2025 itu dibangun di atas wilayah Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunungsewu bagian timur seluas 10 hektare.

Padahal berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2012 disebutkan, bahwa Kawasan Bentang Alam Karst merupakan kawasan lindung geologi sebagai bagian kawasan lindung nasional.

“Artinya, pemanfaatannya tidak boleh berpotensi merusak kawasan bentang alam karst,” kata Kepala Divisi Kampanye dan Data Walhi Yogyakarta, Elki Setiyo Hadi dalam siaran pers yang diterima Wanaloka.com pada 20 Desember 2023.

Baca Juga: Ini Alasan KKP Hentikan Pengerukan Pasir Timah PT EUM di Kepri

Sementara, dalam wilayah KBAK Gunungsewu, Desa Kemadang termasuk dalam zona perlindungan air tanah. Kawasan Pantai Krakal mempunyai sungai bawah tanah dan mata air bawah tanah yang juga merupakan cadangan air bagi warga di sekitar. Meskipun mempunyai sungai bawah tanah, Kecamatan Tanjungsari merupakan wilayah yang rawan kekeringan. Apalagi di dalam Beach Club yang sudah dalam proses peletakan batu pertama pada 16 Desember 2023 itu akan dibangun 300 villa dan 3 restoran.

“Pembangunan resort itu akan semakin memperparah kekeringan di Tanjungsari,” tegas Elki mengingatkan.

Elki menjelaskan, Pantai Krakal merupakan wilayah bertopografi datar di antara bukit-bukit karst di sekitarnya. Di kaki bukit karst bagian timur dapat ditemukan sumber air tawar yang merupakan air sungai bawah tanah. Bukit-bukit karst dibutuhkan menjadi tempat resapan air untuk cadangan air bagi wilayah-wilayah di sekitarnya kelak.

Baca Juga: Jawa dan Nusa Tenggara Diprediksi Hujan Lagi Mulai 23 Desember 2023

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: beach clubKawasan Bentang Alam KarstKBAK Gunung Sewukekeringan di GunungkidulPemkab GunungkidulresortWalhi Yogyakarta

Editor

Next Post
Posko Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024. Foto Dok. BMKG.

Antisipasi Cuaca Ekstrem Libur Nataru, BMKG Minta Update Prakiraan Cuaca

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media