Minggu, 28 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada indikasi pencemaran unsur Fluorida (Fluor) pada sumber-sumber air yang digunakan masyarakat sehari-hari di sekitar kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Air kawah Ijen yang bersifat sangat asam (pH < 1) mengalir melalui Sungai Kalipait dan berpotensi merembes ke mata air, air tanah, dan sungai yang dimanfaatkan warga.

“Dikabarkan terjadi perubahan dari gigi masyarakat, baik itu menguning maupun keropos, akibat adanya pengaruh dari sumber geogenik tersebut,” ujar mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Havid Noor Hidayat.

Sementara banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Baca juga: Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Atas dasar riset awal itu, Tim multidisiplin ITB melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan UNESCO Global Geopark Ijen.

Kegiatan bertajuk “Delineasi Pencemaran Kimia dari Sumber Geogenik dan Edukasi Berbasis Teknologi di UNESCO Global Geopark Ijen” ini bertujuan memetakan potensi pencemaran air alami sekaligus memberdayakan komunitas pendidik lokal dengan teknologi pembelajaran inovatif.

Program yang diinisiasi Andy Yahya Al Hakim dari Teknik Pertambangan ITB ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada akhir Juli 2025 difokuskan pada survei lapangan dan pengambilan sampel air di Kecamatan Ijen.

Baca juga: Jejak Perubahan Iklim Masa Silam di Indonesia dan Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten Banyuwangikawah Gunung IjenLPPM ITBUNESCO Global Geopark Ijen

Editor

Next Post
Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Penggusuran PT BSMJ di wilayah adat Muara Tae, Kabupaten Kutai Barat untuk sawit. Foto Dok. Kaoem Telapak.Kaoem Telapak Desak Ekspansi Sawit di Wilayah Adat Muara Tae Dihentikan
    In News
    Sabtu, 27 Juni 2026
  • Bentang alam Masyarakat Adat Kasepuhan Pasir Eurih di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, Banten. Komunitas ini mempertahankan sistem zonasi tradisional sebagai dasar pengelolaan wilayah adat yang diwariskan. Foto Dok. WGII.Paradoks Penetapan Taman Nasional, Pengetahuan Hidup Masyarakat Adat Terancam Punah
    In Lingkungan
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Laskar Talijiwo dari Pracimantoro, Wonogiri sampaikan penolakan tambang dan pabrik semen kepada Bupati Wonogiri, 25 Juni 2026. Foto Dok. Laskar Talijiwo.Temui Bupati Wonogiri, Laskar Talijiwo Sampaikan Tolak Tambang Gamping dan Pabrik Semen
    In News
    Jumat, 26 Juni 2026
  • Ilustrasi sampah organik dari sisa buah-buahan. Foto Artis Digital/pixabay.com.Temuan Ombudsman DIY, Aktivitas TPS 3R Sokowaten Tak Berizin dan Sebabkan Pencemaran
    In News
    Senin, 22 Juni 2026
  • Acara ISWBC 2026 bertema Beyond Species: Rethinking Conservation in an Era of Uncertainty, 11 Juni 2026. Foto Leoni/UGM.Pejabat Kehutanan Bicara Peran Masyarakat Adat Menjaga Biodiversitas Saat Krisis Iklim
    In News
    Sabtu, 20 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media