Rabu, 12 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada indikasi pencemaran unsur Fluorida (Fluor) pada sumber-sumber air yang digunakan masyarakat sehari-hari di sekitar kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Air kawah Ijen yang bersifat sangat asam (pH < 1) mengalir melalui Sungai Kalipait dan berpotensi merembes ke mata air, air tanah, dan sungai yang dimanfaatkan warga.

“Dikabarkan terjadi perubahan dari gigi masyarakat, baik itu menguning maupun keropos, akibat adanya pengaruh dari sumber geogenik tersebut,” ujar mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Havid Noor Hidayat.

Sementara banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Baca juga: Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Atas dasar riset awal itu, Tim multidisiplin ITB melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan UNESCO Global Geopark Ijen.

Kegiatan bertajuk “Delineasi Pencemaran Kimia dari Sumber Geogenik dan Edukasi Berbasis Teknologi di UNESCO Global Geopark Ijen” ini bertujuan memetakan potensi pencemaran air alami sekaligus memberdayakan komunitas pendidik lokal dengan teknologi pembelajaran inovatif.

Program yang diinisiasi Andy Yahya Al Hakim dari Teknik Pertambangan ITB ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada akhir Juli 2025 difokuskan pada survei lapangan dan pengambilan sampel air di Kecamatan Ijen.

Baca juga: Jejak Perubahan Iklim Masa Silam di Indonesia dan Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten Banyuwangikawah Gunung IjenLPPM ITBUNESCO Global Geopark Ijen

Editor

Next Post
Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Menteri LH M. Jumhur Hidayat dalam Pelatihan Sertifikasi Lingkungan Hidup bagi Hakim Peradilan Umum, Militer, dan Tata Usaha Negara Seluruh Indonesia Angkatan XXIII di Bogor, 3 Agustus 2026. Foto Dok. KLH/BPLH.Menteri Jumhur: Putusan Pengadilan Harus Pulihkan Ekosistem dan Hentikan Perusakan Alam
    In News
    Rabu, 5 Agustus 2026
  • Ilustrasi semangka tanpa biji. Foto Congerdesign/Pixabay.comBudidaya Buah Tanpa Biji Tetap secara Alami
    In IPTEK
    Selasa, 4 Agustus 2026
  • Tongkang pengangkut batubara di perairan Sungai Mahakam. Foto Dok Wanaloka.com.Ribuan Ton Batu Bara Tumpah di Perairan Jepara, BRIN Survei Verifikasi Pencemaran
    In News
    Selasa, 4 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media