Senin, 15 Desember 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Ada indikasi pencemaran unsur Fluorida (Fluor) pada sumber-sumber air yang digunakan masyarakat sehari-hari di sekitar kawah Gunung Ijen di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Air kawah Ijen yang bersifat sangat asam (pH < 1) mengalir melalui Sungai Kalipait dan berpotensi merembes ke mata air, air tanah, dan sungai yang dimanfaatkan warga.

“Dikabarkan terjadi perubahan dari gigi masyarakat, baik itu menguning maupun keropos, akibat adanya pengaruh dari sumber geogenik tersebut,” ujar mahasiswa sarjana Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB), Muhammad Havid Noor Hidayat.

Sementara banyak masyarakat di sana yang tidak menyadari bahaya tersebut karena sifatnya yang alami dan tidak terlihat secara kasat mata.

Baca juga: Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Atas dasar riset awal itu, Tim multidisiplin ITB melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) serta Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) menyelenggarakan program pengabdian kepada masyarakat di kawasan UNESCO Global Geopark Ijen.

Kegiatan bertajuk “Delineasi Pencemaran Kimia dari Sumber Geogenik dan Edukasi Berbasis Teknologi di UNESCO Global Geopark Ijen” ini bertujuan memetakan potensi pencemaran air alami sekaligus memberdayakan komunitas pendidik lokal dengan teknologi pembelajaran inovatif.

Program yang diinisiasi Andy Yahya Al Hakim dari Teknik Pertambangan ITB ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama pada akhir Juli 2025 difokuskan pada survei lapangan dan pengambilan sampel air di Kecamatan Ijen.

Baca juga: Jejak Perubahan Iklim Masa Silam di Indonesia dan Dunia

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Kabupaten Banyuwangikawah Gunung IjenLPPM ITBUNESCO Global Geopark Ijen

Editor

Next Post
Berperahu menuju Pulau Pamujan di Desa Domas, Kabupaten Serang, Banten. Foto Dok. ITB.

Pulau Pamujan, Punya Tutupan Mangrove Asri Tetapi Terancam Abrasi

Discussion about this post

TERKINI

  • FAMM Indonesia bersama Kaoem Telapak menggelar "FAMM Fest: mempertemukan Suara, Seni, dan Rasa" di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dalam rangka peringatan 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) pada 10 Desember 2025.Perempuan di Garis Depan Krisis Ekologis
    In News
    Sabtu, 13 Desember 2025
  • Dampak bencana hidrometeorologi, banjir bandang di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padang, Sumatra Barat, 27 November 2025. Foto BPBD Padang.Membaca Bencana Ekologis Sumatra
    In News
    Jumat, 12 Desember 2025
  • Perkembangan siklon tropis 93S dan 91S. Foto Dok. BMKG.Perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S dan 91S, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi
    In News
    Kamis, 11 Desember 2025
  • "Keberanian memanggil keberanian di manapun berada". Foto dimitrisvetsikas1969/pixabay.com.Hari HAM, Dua Warga Pembela Lingkungan Hidup di Poso dan Ketapang Dikriminalisasi
    In News
    Rabu, 10 Desember 2025
  • Ilustrasi museum menjadi salah satu destinasi wisata indoor yang aman saat cuaca ekstrem. Foto valentinsimon0/pixabay.com.Tips Liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Aman Saat Cuaca Ekstrem
    In Traveling
    Rabu, 10 Desember 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media