Sabtu, 26 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Klaim dan Janji-janji Indonesia di Forum Iklim Global COP30 Belém

Seruan Sekjen PBB, António Guterres dalam Forum COP 30: energi bersih kini menjadi sumber energi termurah dalam sejarah, yang dibutuhkan hanyalah keberanian politik untuk meninggalkan bahan bakar fosil.

Sabtu, 8 November 2025
A A
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dan Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Forum COP 30 di Belem, Brasil. Foto Dok. KLH/BPLH.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo dan Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq di Forum COP 30 di Belem, Brasil. Foto Dok. KLH/BPLH.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Gelaran United Nations Climate Change Conference atau Conference of the Parties (COP) Forum COP30 atau Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Belém, Brasil pada 10-21 November 2025 digunakan Indonesia untuk menyampaikan janji-janji dalam membangun transisi energi yang adil, transparan, dan berpihak pada masyarakat.

Utusan Khusus Presiden Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo mengklaim Indonesia telah menghentikan investasi pembangkit batu bara baru sejak 2023, mempercepat penghentian pembangkit lama, dan memperluas energi surya, angin, serta hidrogen hijau.

“Transisi ini harus menjadi jalan bersama, bukan hanya milik segelintir pihak,” kata adik Presiden Prabowo Subianto itu, Kamis, 6 November 2025.

Indonesia juga menyatakan mendukung target global untuk melipatgandakan kapasitas energi terbarukan dan menggandakan efisiensi energi pada 2030 yang sejalan dengan seruan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres. Bahwa energi bersih kini menjadi sumber energi termurah dalam sejarah. Yang dibutuhkan hanyalah keberanian politik untuk meninggalkan bahan bakar fosil.

Baca juga: Jejak Perubahan Iklim Masa Silam di Indonesia dan Dunia

Pemerintah juga memperkuat sistem pembiayaan iklim dengan pasar karbon domestik senilai USD 7,7 miliar per tahun dan skema blended finance yang diproyeksikan mencapai USD 1,5 miliar pada 2028.

Sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) kini mencakup 93% emisi nasional, menjadikan Indonesia salah satu negara berkembang paling transparan dalam pelaporan iklim.

“Transisi energi hanya akan berhasil bila inklusif. Perempuan, pemuda, dan pelaku usaha kecil harus menjadi bagian dari perubahan ini,” kata Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq.

Dalam sesi bertema “Iklim dan Alam: Hutan dan Laut”, Indonesia menyatakan komitmen global untuk melindungi dua sistem ekologi utama dunia, hutan tropis dan laut, yang menjadi penyangga iklim Bumi. Upaya yang dijanjikan adalah menargetkan penghentian deforestasi pada 2030, memperluas restorasi ekosistem hutan tropis, dan memperkuat kerja sama dengan Tropical Forests Forever Fund (TFFF), mekanisme pembiayaan yang diprakarsai Brasil untuk negara-negara hutan tropis.

Baca juga: Hutan Indonesia Bukan Bahan Bakar, Hanwa Didesak Hentikan Impor Pelet Kayu

“Keadilan iklim berarti memastikan masyarakat adat dan komunitas lokal menjadi garda depan konservasi dan mendapatkan manfaat yang adil dari alam yang mereka jaga,” ujar Hanif.

Selain itu, Indonesia akan memperluas inisiatif blue carbon untuk memperkuat ketahanan pesisir, menekan pencemaran laut dari marine litter dan mikroplastik, serta membangun ekonomi maritim berbasis masyarakat.

Indonesia juga akan mendukung deklarasi “Seruan Aksi untuk Pengelolaan Kebakaran Terpadu”, dengan menawarkan pengalaman pengendalian kebakaran hutan dan lahan berbasis teknologi dan komunitas.

125 juta dollar AS untuk keberagaman hutan tropis

Dalam forum iklim global tersebut, Hanif membawa pesan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca secara global. Rencananya, Indonesia akan menempatkan dana sebesar 125 juta dolar Amerika Serikat untuk mendukung tropical forest diversity atau keberagaman hutan tropis. Dana ini disebut sebagai langkah konkret untuk mempercepat capaian target penurunan emisi gas rumah kaca.

Baca juga: Pengelolaan Air Limbah Domestik dan Usaha Diatur Terpisah

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Belem BrasilCOP 30forum iklim globalperubahan iklimPresiden Brasil Lula da SilvaSekjen PBB António Guterrestransisi energi

Editor

Next Post
Dosen ITB, Andy Yahya Al Hakim, memberikan sosialisasi di Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen, 15 September 2025. Foto Tim PPM/ITB.

Sumber Air Sekitar Kawah Ijen Tercemar Fluorida, Gigi Warga Kuning dan Keropos

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media