Jumat, 29 Agustus 2025
wanaloka.com
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

YLBHI Tolak UU Minerba Baru, Memuluskan Perampasan Tanah Rakyat hingga Kooptasi Kampus

Rabu, 19 Februari 2025
A A
Lokasi penambangan batubara ilegal di Bukit Soeharto digerebak tim Ditjen Gakkum KLHK. Fotogakkum.menlhk.go.id.

Lokasi penambangan batubara ilegal di Bukit Soeharto digerebak tim Ditjen Gakkum KLHK. Fotogakkum.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menyebutkan, Pasal 60A UU Minerba mengatur, bahwa untuk meningkatkan kemandirian dan keunggulan perguruan tinggi, pemerintah pusat akan memberikan WIUP Batu Bara secara prioritas kepada BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta untuk kepentingan perguruan tinggi.

Ia menyambut baik ketentuan, bahwa perguruan tinggi tidak perlu mengelola tambang secara langsung, tetapi tetap dapat menerima manfaat dari pengelolaan tambang batu bara. Sehingga perguruan tinggi dapat fokus pada peran utama mereka dalam pendidikan dan penelitian.

Ia menekankan bahwa manfaat dari pengelolaan WIUP Batu Bara harus benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan akademik, penelitian, dan pengembangan perguruan tinggi.

Baca juga: Berbahaya, Ikan Piranha hingga Aligator Dimusnahkan di Jakarta Timur

“Manfaat tersebut tidak boleh sekadar menjadi sumber pendapatan tanpa relevansi dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” kata dia dalam siaran tertulis, Rabu, 19 Februari 2025.

Selain itu, perguruan tinggi tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan dalam perannya sebagai penerima manfaat dari pengelolaan sumber daya ini. Prinsip tersebut harus sejalan dengan visi pendidikan berkelanjutan serta keberlanjutan lingkungan.

Legislator Fraksi Partai Golkar ini mengingatkan pemerintah agar segera menetapkan mekanisme yang jelas dalam menyalurkan manfaat dari pengelolaan tambang kepada perguruan tinggi.

Baca juga: Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

“Pengelolaan ini harus dilakukan dengan prinsip keadilan, transparansi, dan keberlanjutan, agar manfaat yang diterima dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pengembangan pendidikan dan penelitian,” jelas dia.

Ia berharap perubahan kebijakan dalam UU Minerba ini dapat memberi dampak positif yang maksimal bagi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia, sekaligus menjamin pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Klaim tambang beri manfaat untuk masyarakat adat

Sementara saat masih berupa RUU, Wakil Ketua Badan Legislatif (Baleg) DPR, Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan, salah satu isu yang menjadi pembahasan cukup alot dalam rapat Tim Perumus (Timsus) dan Tim Sinkronisasi (Timsin) terkait pembahasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba) adalah mengenai manfaat bagi masyarakat adat.

Baca juga: Perdagangan Satwa Liar Marak Sebab Masih Ada Pasarnya

“Sebagian besar anggota Panja menginginkan agar daerah-daerah yang selama ini disebut daerah penambangan juga harus memberikan manfaat kepada masyarakat lokal, terutama masyarakat adat di wilayah tersebut,” kata Doli di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 17 Februari 2025.

Dalam RUU Minerba ada tambahan pasal, bahwa pemilik IUP dan IUPK wajib melibatkan masyarakat adat dalam kegiatan tambang.

“Di antaranya program pemberdayaan sosial serta pelibatan masyarakat lokal dan masyarakat adat dalam program-program pengembangan ekonomi di wilayah tersebut,” jelas dia.

Baca juga: Pesan Pakar Kelautan, Risiko Rip Current Berkurang dengan Membuat Peta Bahaya

Selain itu, pemilik IUP dan IUPK juga wajib berkonsultasi dengan masyarakat adat mengenai program pertambangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Jadi, mereka dilibatkan dalam penyusunan program pemberdayaan masyarakat,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Adanya aturan ini, masyarakat adat diharapkan tidak hanya menerima dana corporate social responsibility (CSR) atau sumbangan dari hasil tambang, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai program pengelolaan tambang. [WLC02]

Sumber: YLBHI, DPR

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: DPRIUPKmasyarakat adatperguruan tinggirevisi UU MinerbaWIUPKYLBHI

Editor

Next Post
Mahasiswa Fahutan IPB University melakukan praktik lapangan di HPGW, Mei 2024. Foto gunungwalat.ipb/instagram.

Luas Tutupan Hutan Pendidikan Gunung Walat Mencapai 95 Persen

Discussion about this post

TERKINI

  • Ginseng Jawa (Talinum paniculatum). Foto Alam Sari Petra.Ginseng Jawa Lebih Aman Dikonsumsi Ketimbang Ginseng Korea
    In Rehat
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Gelaran Indonesia Climate Justice Summit (ICJS) 2025 hari pertama di Jakarta, 26 Agustus 2025. Foto Dok. ARUKI.ICJS 2025, Masyarakat Rentan Menuntut Keadilan Iklim
    In Lingkungan
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Kepala BMKG melakukan kunjungan ke UPT Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas I Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau, 24 Agustus 2025. Foto BMKG.Akhir Agustus 2025, Potensi Karhutla di Riau Meningkat
    In News
    Selasa, 26 Agustus 2025
  • Lalat buah. Foto CABI Digital Library/digitani.ipb.ac.id.Pengendalian Lalat Buah dengan Teknologi Nuklir, Amankah?
    In IPTEK
    Senin, 25 Agustus 2025
  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pertemuan tertutup soal penertiban tambang ilegal di Hambalang, Bogor, 19 Agustus 2025. Foto Laily Rachev/BPMI Setpres.Alasan Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal agar Negara Tetap Memperoleh Pendapatan
    In Lingkungan
    Senin, 25 Agustus 2025
wanaloka.com

©2025 Wanaloka Media

  • Tentang
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2025 Wanaloka Media