Sabtu, 28 Maret 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

6 Agustus BRIN Ajak Masyarakat Matikan Lampu Satu Jam, Ini Alasannya

Polusi cahaya di kota-kota besar tak hanya berdampak pada hilangnya keindahan langit malam dan terganggunya riset astronomi, juga berdampak pada kehidupan manusia dan hewan.

Minggu, 4 Agustus 2024
A A
Ilustrasi suasana langit malam hari. Foto Evgeni T/pixabay.com.

Ilustrasi suasana langit malam hari. Foto Evgeni T/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Polusi cahaya yang sudah terjadi di kota-kota besar bukan hanya berdampak pada hilangnya keindahan langit malam dan terganggunya riset astronomi. Sekaligus berdampak pada kehidupan manusia dan hewan. Beberapa penelitian menunjukkan polusi cahaya dapat mengganggu pola tidur dan kesehatan masyarakat di kota-kota besar. Polusi cahaya juga mengganggu kehidupan binatang malam.

Baca Juga: Istana Garuda dari Tembaga, Tahan Korosi, Konduktor yang Baik

Polusi cahaya dapat meningkatkan jumlah mikroorganisme yang berfotosintesis pada malam hari, mengganggu navigasi burung yang sedang bermigrasi, penyerbukan alamiah dan mengacaukan ritme hidup organisme lainnya. Polusi cahaya dapat memicu gangguan pada hormon melatonin pada manusia yang menyebabkan susah tidur hingga meningkatkan potensi kanker.

Selain manfaat benda-benda langit dalam kacamata sains, bagi orang Timor benda langit juga berguna sebagai pemberi isyarat tanda bagi manusia. Isyarat ini menandakan suatu musim seperti musim pertanian, penyakit, bencana dan lainnya. Polusi cahaya bisa mengancam eksistensi identitas kultural tersebut. [WLC02]

Sumber: BRIN

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: benda langitBRINHari Keantariksaan Nasionalpolusi cahayariset antariksa

Editor

Next Post
Uji coba biodiesel B40 untuk mobil. Foto Dok. Kementerian ESDM.

Pemerintah akan Terapkan Biodiesel B40 Berbasis Kelapa Sawit Tahun 2025

Discussion about this post

TERKINI

  • Westa, aplikasi pengelolaan sampah berbasis AI. Foto Dok. FEB UGM.Aplikasi Westa, Identifikasi Jenis dan Berat Sampah untuk Menghitung Emisi Karbon
    In IPTEK
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Seorang mahout memandikan gajah di aliran sungai kawasan Konservasi Gajah Tangkahan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto Soetana Hasby/Wanaloka.com.Instruksi Presiden untuk Selamatkan 21 Kantong Gajah yang Tersisa
    In News
    Sabtu, 14 Maret 2026
  • Dua perempuan menanam padi di sawah. Foto Wanaloka.com.Terdampak Perjanjian Dagang Timbal Balik Indonesia-USA, Perempuan Adat Melawan
    In Lingkungan
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Desakan pengesahan RUU Masyarakat Adat dalam Aksi Kamisan, 5 September 2024. Foto AMAN.Hari Masyarakat Adat Nasional, Tak Ada Alasan RUU Masyarakat Adat Tak Disahkan
    In Rehat
    Jumat, 13 Maret 2026
  • Pengolahan sampah di PIAT UGM. Foto Dok. Humas UGM.Tragedi Bantargebang Akibat Pengelolaan Sampah Berorientasi pada Pembuangan
    In Lingkungan
    Kamis, 12 Maret 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media