Rabu, 11 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agus Atmadipoera: Riset di Laut Banggai Ungkap Upwelling Iklim Masa Lampau

Riset tentang fenomena upwelling masih jarang dilakukan, pun referensi terbatas. Ternyata banyak topik bisa digali di bawah laut kita.

Selasa, 11 Oktober 2022
A A
Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Prof. Agus Saleh Atmodipoera. Foto oceanexpert.org

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Prof. Agus Saleh Atmodipoera. Foto oceanexpert.org

Share on FacebookShare on Twitter

Selain itu digunakan Box Core untuk sampling sedimen mikroplastik, isolasi bakteri, logam berat, maupun bentos untuk penelitian topik oseanografi dan paleografi. Alat gravity core juga digunakan untuk sampling sedimen yang mengandung phytoplankton dan zooplankton. Sekaligus sampling ichthyoplankton untuk sahabat Bongonet.

Baca Juga: Kado Hari Laut Sedunia, Ribuan Telur Penyu Sisik Gagal Diselundupkan

Ia menambahkan, dalam riset ini juga dipantau data akustik bawah air terkait akustik perikanan. Salah satu kegunaannya untuk mengestimasi biomassa ikan. Data yang diperoleh juga tidak sekedar untuk mengidentifikasi organisme laut dan kelimpahannya. Namun juga menganalisis e-DNA, sebuah teknik yang relatif baru untuk mendata spesies dan biomassa ikan.

“Data yang diperoleh juga dapat mengungkapkan rekonstruksi upwelling iklim masa lampau,” ungkap Agus. Yakni berdasarkan stratifikasi dari sedimen, kemudian dihubungkan dengan kelimpahan pada kejadian upwelling di masa lampau.

Baca Juga: Dua Bakteri Ini Jadi Solusi Pencemaran Minyak Bumi di Laut

Di atas kapal juga dijadikan Floating University, kuliah, pelatihan, seminar dan Praktik Kerja Lapang (PKL) onboard terhadap data yang sudah diolah. Untuk menyukseskan riset serupa di masa datang, kontribusi para mahasiswa sangat diharapkan untuk memperkaya data.

Salah satu keseruan yang dirasakan Agus, kondisi Perairan Maluku saat itu dipengaruhi La Nina. Kondisi tersebut juga mempengaruhi intensitas upwelling. Tantangan terjadi saat pengambilan data karena arus ombak yang lumayan besar.

“Kami anggap saja, selain bekerja, juga berwisata yang menyenangkan,” ucap Agus.

Ekspedisi Cruise Budee merupakan inisasi dari  IPB University. Laut Banggai menjadi lokasi riset dipilih karena menjadi lumbung pangan di bidang perikanan. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Budee Cruise 2022data akustik bawah airIPB UniversityLaut BanggaiProf. Agus Saleh Atmadipoeraspesies dan biomassa ikanupwelling

Editor

Next Post
Dampak cuaca ekstrem tanah longsor di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu malam, 8 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Penanganan Bencana Urusan Bersama

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 serukan pelaksanaan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.KPA Kritik Peran Bank Tanah, Menghidupkan Lagi Kepemilikan Tanah Negara Masa Kolonial
    In Lingkungan
    Rabu, 11 Februari 2026
  • MMA dan PPLH LRI sepakat menguatkan peran adat dalam mengelola hutan di Aceh. Foto Dok. IPB University.Kuatkan Kembali Panglima Uteun untuk Jaga Kelestarian Hutan Aceh
    In News
    Rabu, 11 Februari 2026
  • Lokasi pertambangan dekat dengan sebuah danau (L) dan Teluk Weda (R) di Indonesia Timur pada 2023. Foto Climate Rights International.Jatam Tegaskan, Empat Perusahaan Tambang di Maluku Utara Harus Ditindak Tegas, Tak Sekadar Denda
    In Lingkungan
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Ilustrasi sistem saraf pusat manusia yang meliputi otak dan sumsusm tulang belakang. Foto VSRao/pixabay.com.Virus Nipah Menyerang Sistem Saraf Pusat yang Percepat Perburukan Klinis
    In Rehat
    Selasa, 10 Februari 2026
  • Banjir di salah satu wilayah di Pulau Jawa. Foto Dok. Walhi.Kebijakan Tata Ruang Abaikan Lingkungan, Bencana Ekologis di Pulau Jawa Terus Berlanjut
    In Lingkungan
    Senin, 9 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media