Jumat, 11 September 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Agus Atmadipoera: Riset di Laut Banggai Ungkap Upwelling Iklim Masa Lampau

Riset tentang fenomena upwelling masih jarang dilakukan, pun referensi terbatas. Ternyata banyak topik bisa digali di bawah laut kita.

Selasa, 11 Oktober 2022
A A
Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Prof. Agus Saleh Atmodipoera. Foto oceanexpert.org

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University, Prof. Agus Saleh Atmodipoera. Foto oceanexpert.org

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Empat belas hari Prof. Agus Saleh Atmadipoera terombang-ambing di atas kapal di Laut Banggai, Maluku. Terhitung sejak tanggal 5-18 September 2022, bersama total 20 orang peneliti, mahasiswa multistrata, teknisi ditambah 25 awak kapal melakukan ekspedisi “Budee Cruise 2022”. Mereka melakukan riset kolaborasi IPB University dan perguruan tinggi lain bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ada beberapa riset mengenai kelautan dan perikanan yang mereka targetkan. Tak tanggung-tanggung, ada 59 titik kawasan laut yang mereka eksplorasi.

Penelitian dilakukan untuk menanggapi fenomena upwelling yang terjadi. Dalam dokumen Kementerian Kelautan dan Perikanan, upwelling adalah fenomena oseanografi yang melibatkan gerak yang dibangkitkan angin dari air yang lebih berat, lebih dingin dan biasanya kaya nutrien ke arah permukaan laut, menggantikan air permukaan yang lebih hangat dan kurang nutrient.

Baca Juga: Beginer Subhan: Manusia Baru Mengetahui 10 Persen Informasi Berasal dari Laut

“Literaturnya cukup terbatas. Itu salah satu alasan dilakukan studi secara komprehensif,” kata Guru Besar Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University itu dalam Estuary Speaks Series 16 dengan tajuk “Cruise Budee 2022: Eksplorasi Kelautan dan Perikanan Laut Maluku”, akhir September 2022.

Ada delapan tema utama yang diteliti. Harapannya, dapat mengungkapkan kuantifikasi fisik dari upwelling dan kaitannya dengan biogeokimia. Dan proses penelitian dilakukan dengan pendekatan multidisiplin.

“Topik penelitiannya terbuka untuk mahasiswa yang akan riset untuk tesis maupun tugas akhir,” kata Agus memberi semangat.

Baca Juga: Minimalisir Risiko Kecelakaan Laut, Nelayan Ikut Sekolah Lapang Cuaca

Pengambilan sampel salah satunya dilakukan dengan conductivity temperature depth (CTD) dan botol rosette. Alat ini merupakan sensor produktivitas, suhu, kedalaman dan berbagai indikator lainnya. Sampel ini diambil untuk pengecekan biogeokimia, mikroplastik, hingga e-DNA.

“Analisis dilakukan di atas kapal secara langsung,” imbuh Agus.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Budee Cruise 2022data akustik bawah airIPB UniversityLaut BanggaiProf. Agus Saleh Atmadipoeraspesies dan biomassa ikanupwelling

Editor

Next Post
Dampak cuaca ekstrem tanah longsor di Kabupaten Wonosobo pada Sabtu malam, 8 Oktober 2022. Foto Dok BNPB.

Mitigasi Dampak Cuaca Ekstrem, Penanganan Bencana Urusan Bersama

Discussion about this post

TERKINI

  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Jaringan masyarkat sipil mendesak pemerintah menghentikan konflik agraria dan pelanggaran HAM di Desa Rakawuta, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, dan di wilayah Komunitas Adat Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur.Hentikan Konflik Agraria dan Pelanggaran HAM di Rakawuta dan Muara Tae
    In News
    Kamis, 3 September 2026
  • Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus). Foto Geopix.Karhutla Borneo, 25 Juta Hektar Wilayah Habitat Orangutan Kalimantan Terbakar
    In Lingkungan
    Kamis, 3 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media