Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Akses Dibatasi, Negara Harus Investigasi Perizinan Ekspansi Industri Wisata di Pantai Watubolong

Minggu, 23 Agustus 2026
A A
Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)

Pembangunan On The Rock di kawasan Pantai Watubolong di KBAK Gunungsewu di Kabupaten Gunungkidul, 8 Agustus 2026. (Foto Instimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Egit menambahkan, pelanggaran lain yang juga tidak dapat dianggap remeh adalah kenyataan bahwa On The Rock selama ini beroperasi tanpa AMDAL. Bahkan secara terang-terangan melakukan perusakan morfologi karst sebagai kawasan lindung geologi.

Merujuk ke Pasal 23 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), aktivitas On The Rock telah memenuhi kriteria Berdampak Penting. Sebab telah melakukan pengubahan bentuk lahan dan bentang alam, eksploitasi sumber daya alam, dan proses serta kegiatan yang hasilnya mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi sumber daya alam.

Sementara Pasal 8 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup secara tegas menetapkan setiap rencana usaha yang lokasinya berada di dalam dan/atau berbatasan langsung dengan kawasan lindung wajib memiliki AMDAL.

“Hingga hari ini tidak ada tindakan tegas seperti penutupan pada industri pariwisata yang melakukan perusakan, seperti On The Rock. On The Rock masih terus berekspansi. Apabila dibiarkan, kerusakan akan semakin memburuk dan warga semakin terancam tergusur dari ruang hidupnya,” kata Egit.

Kepala Bidang Advokasi LBH Yogyakarta, Rakha Ramadhan menyatakan negara, dalam hal ini Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, harus hadir. Untuk melakukan perlindungan dan menjamin hak asasi manusia Warga Watu Bolong terpenuhi dan tidak dilanggar dari adanya Aktivitas Bisnis Usaha Pariwisata berisiko tinggi di Kawasan Pantai Watubong.

Adanya aktivitas bisnis usaha pariwisata berisiko tinggi di Kawasan Pantai Watubolong yang dilakukan On the Rock tanpa izin memadai membutuhkan kehadiran negara, dalam hal ini Pemerintah DIY dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Untuk melakukan pengawasan dan penindakan tegas atas berbagai dugaan pelanggaran perizinan dari aspek pendirian bangunan, aspek perizinan lingkungan, aspek usaha pariwisata, aspek kesesuaian peruntukan ruang.

Secara faktual, titik puncak ialah adanya pemasangan gerbang yang secara langsung membatasi askes warga terhadap pantai. Hal ini jelas berimplikasi pada pelanggaran hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak, hak atas lingkungkan yang baik dan sehat, serta hak atas sosial dan budaya.

“LBH Yogyakarta sebagai kuasa hukum Warga Watubolong akan mengirimkan surat ke Gubernur DIY dan Bupati Gunung Kidul untuk segera menindaklanjuti persoalan rakyat ini,” ucap Rakha.

Melalui konferensi pers tersebut, Pokdarwis Pantai Watubolong, Walhi Yogyakarta, dan LBH Yogyakarta menyampaikan desakan publik kepada Gubernur DIY dan Bupati Gunung Kidul untuk:

 Satu, Menginvestigasi dan mengusut kesesuaian perizinan, peruntukan ruang, dan konflik sosial terhadap Aktivitas Bisnis Usaha Wisata dengan Risiko Tinggi di Pantai Watubolong secara khusus dan di Kawasan Pantai-Pantai Gunungkidul.

Dua, Menghentikan pembangunan fisik dan atau operasional usaha bagi Aktivitas Bisnis Usaha Wisata dengan Resiko Tinggi di Pantai Watubolong secara khusus dan di Kawasan Pantai-Pantai Gunungkidul yang tidak memiliki izin yang sesuai dengan aktivitasnya.

Tiga, Melakukan penindakan tegas berupa sanksi administratif hingga proses pidana bagi Aktivitas Bisnis Usaha Wisata dengan Resiko Tinggi di Pantai Watubolong secara khusus dan di Kawasan Pantai-Pantai Gunungkidul yang tidak memiliki izin yang sesuai dengan aktivitasnya.

Empat, Melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap 13 usaha wisata yang telah berjalan tetapi belum berizin lengkap juga seluruh Aktivitas Bisnis Usaha Wisata dengan Risiko Tinggi di Pantai Watubolong secara khusus dan di Kawasan Pantai-Pantai Gunungkidul dan dilaporkan kepada public.

Lima, Memastikan perlindungan dan penjaminan hak asasi manusia bagi seluruh warga kecil yang beraktivitas dan memanfaatkan ruang Kawasan Pantai Watubolong. [WLC02]

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Kabupaten GunungkidulKBAK GunungsewuLBH YogyakartaPantai WatubolongWalhi Yogyakarta

Editor

Next Post
Titik-titik api karhutla di Pulau Kalimantan. Foto Istimewa.

Hukuman Korporasi Pembakar Hutan Kalimantan: Cabut Izin dan Pulihkan Lingkungan!

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media