Selasa, 10 Februari 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Akun Medsos Ketua Umum AJI Indonesia Diretas dan Disalahgunakan

Kamis, 24 Februari 2022
A A
Ilustrasi disinformasi. Foto Wokandapix/pixabay.com.

Ilustrasi disinformasi. Foto Wokandapix/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Peretasan dan serangan disinformasi kembali menyasar aktivis. Kali ini, akun Whatsapp, Instagram, Facebook dan nomor handphone pribadi Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Sasmito Madrim sejak 23 Februari 2022 sekitar pukul 18.15. Serangan ini kembali menandai ancaman serius bagi kebebasan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia.

“Praktik ini adalah bentuk-bentuk serangan terhadap aktivis dan organisasi AJI yang selama ini memperjuangkan kebebasan berekspresi dan kebebasan pers,” kata Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Erick Tandjung dalam siaran pers yang diterima Wanaloka, Kamis, 24 Februari 2022.

Dalam kronologinya dijelaskan, peretasan terjadi pertama kali ketika Sasmito menerima notifikasi di WhatsApp, bahwa nomornya telah didaftarkan pada perangkat lain. Sekitar pukul 19.00, peretasan meluas ke akun Instagram dan Facebook miliknya. Unggahan seluruh konten dalam Instagram dihapus dan peretas mengunggah konten yang menyebarluaskan nomor pribadinya.

Baca Juga: IKN Kantong Sebaran Orangutan? Begini Penjelasan Kementerian LHK

Sedangkan di Facebook, profile picture diubah dengan gambar porno. Nomor handphone Sasmito diketahui juga tidak bisa menerima panggilan telepon dan menerima SMS. Usaha untuk mengambil alih akun-akun tersebut telah diupayakan tim keamanan digital.

“Facebook telah berhasil diambil alih, tapi Instagram dan Whatsapp belum bisa dipulihkan,” kata Erick.

Pada hari ini, AJI Indonesia memantau terjadinya penyalahgunaan akun-akun yang telah diretas tersebut. Peretas melakukan serangan disinformasi dengan mencantumkan nama dan foto Sasmito pada media sosial tersebut dengan sejumlah narasi palsu seolah-oleh disampaikan oleh Sasmito. Seperti “Sasmito mendukung pemerintah membubarkan FPI”, “Sasmito mendukung pemerintah membangun Bendungan Bener Purworejo”, dan “Sasmito meminta Polri menangkap Haris Azhar dan Fatia”.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: AJI Indonesiaakun medsoskebebasan berekspresikebebasan persperetasanserangan disinformasi

Editor

Next Post
Ilustrasi identifikasi biometrik. Foto geralt/pixabay.com.

Kata Sandi Rentan Peretasan, Biometrik Jadi Solusi Keamanan Digital

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi rumah adat Sumatra Barat. Foto IndrabinYusuf/pixabay.com.Program Gentengisasi, Pakar Ingatkan Rumah Tradisional di Indonesia Tak Seragam 
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi makanan daging. Foto johnstocker/freepik.com.Diet Karnivora Tidak Aman, Ini Risikonya
    In Rehat
    Minggu, 8 Februari 2026
  • Ilustrasi kelelawar di pepohonan. Foto ignartonosbg/pixabay.com.Pakar Ingatkan, Virus Nipah Berpotensi Menular Antarmanusia
    In Rehat
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, 6 Februari 2026. Foto BPBD Tegal.Bencana Tanah Bergerak di Tegal, Dua Ribu Lebih Warga Mengungsi
    In Bencana
    Sabtu, 7 Februari 2026
  • Ilustrasi manusia terdampak cuaca panas ekstrem. Foto Franz26/pixabay.com.Dampak Cuaca Ekstrem, Suhu, Banjir dan Longsor Meningkat 16 Tahun Terakhir
    In News
    Jumat, 6 Februari 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media