Jumat, 30 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IKN Kantong Sebaran Orangutan? Begini Penjelasan Kementerian LHK

Kementerian LHK menegaskan, pusat pembangunan ibu kota negara (IKN) di luar kantong sebaran, habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Kamis, 24 Februari 2022
A A
Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian LHK.Foto ksdae.menlhk.go.id.

Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian LHK.Foto ksdae.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merespons isu lokasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan kantong, habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menegaskan, pusat IKN bekas kawasan hutan tanaman industri (HTI), bukan merupakan hutan primer lagi.

Peta sebaran orangutan di wilayah IKN, kata Wiratno, berdasarkan Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) 2016 populasi Orangutan Kalimantan terbagi ke dalam 17 lansekap yaitu; lansekap Beratus, Sungai Wain, TN Kutai-Bontang, Belayan–Senyiur, Wehea–Lesan, Sangkulirang, Tabin, Area Hutan Tengah, Kinabatangan Rendah, Kinabatangan Utara, Ulu Kalumpang, Crocker, Lingkabau, Bonggaya, Ulu Tungud, Trus madi, Sepilok, dengan total jumlah orangutan sebanyak 14.540.

Baca Juga: Sejarawan UGM: Nama IKN Sebaiknya Tak Hilangkan Nilai Historis Budaya Asal

“Orangutan terdekat dengan IKN hanya di lansekap Sungai Wain. Orangutan yang terdapat di areal Sungai Wain adalah orangutan hasil rehabiltasi,” kata Wiratno.

Jumlah orangutan dari ketiga pusat rehabilitasi, Samboja (BOSF), Jejak Pulang dan Pusat Suaka orangutan Arsari Itciku adalah sebagai berikut: (1) Sungai Wain (tahun 1992-1997) sejumlah 78 orangutan; (2) Meratus (tahun 1997-2002) sejumlah 338 orangutan; dan (3) KJ7 (tahun 2012-2021) sejumlah 126 orangutan.

“Tempat pelepasliaran ini berada di zona luar pembangunan IKN,” tegas Wiratno dalam siaran pers, Rabu, 23 Februari 2022.

Baca Juga: Bayi Orangutan Kalimantan ke-102 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Untuk antisipasi agar orangutan tidak ke zona IKN, kata Wiratno, dilakukan upaya antisipatif bersama dengan para pihak, antara lain membangun koridor satwa liar, memulihkan ekosistem untuk memperbanyak kluster habitat satwa, terutama di bekas tambang, dan melaukan mobilisasi Wildlife Respon Unit (WRU), serta mengoperasionalkan call center untuk menerima laporan masyarakat, agar dapat dilakukan respon cepat apabila ditemukan orangutan yang keluar dari tempat rehabilitasinya.

Wiratno menegaskan bahwa kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan isu terfragmentasinya habitat orangutan karena adanya pembangunan IKN.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ditjen KSDAEIKNKabupaten Penajam Paser UtaraKementerian LHKKonservasi orangutanKonservasi satwaorangutanOrangutan kalimantanProvinsi Kalimantan Timur

Editor

Next Post
Ilustrasi disinformasi. Foto Wokandapix/pixabay.com.

Akun Medsos Ketua Umum AJI Indonesia Diretas dan Disalahgunakan

Discussion about this post

TERKINI

  • Episenter gempa 6,4 magnitudo di Laut Banda, Maluku, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Laut Banda Maluku Digoyang Gempa Menengah 6,4 Magnitudo
    In News
    Kamis, 29 Oktober 2026
  • Kondisi Desa Sei Gita, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Foto Dok Borneo Is Burning.Karhutla 2026, HRWG Tuntut Pemerintah Transparan Soal Data Lahan Terbakar dan Mengusut Pihak Bertanggungjawab
    In Lingkungan
    Senin, 26 Oktober 2026
  • Pertemuan 20 organisasi masyarakat sipil kawasan Asia Pasifik dalam Asia Pacific System Change Convergence 2026 di Yogyakarta, pada 17-21 Oktober 2026. Foto Istimewa.Organisasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik Serukan Perubahan Sistem Mengakhiri Krisis Ekologis dan Ketidakadilan Global 
    In News
    Sabtu, 24 Oktober 2026
  • Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Oktober 2026. Foto Greenpeace Indonesia.Dua Tahun Rezim Prabowo, Aktivis Greenpeace Bentangkan Spanduk ‘Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah’
    In News
    Selasa, 20 Oktober 2026
  • Bencana Sumatra. Foto Walhi.Tidak Tetapkan Bencana Sumatra Sebagai Bencana Nasional, Prabowo Digugat
    In News
    Senin, 19 Oktober 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media