Minggu, 7 Juni 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

IKN Kantong Sebaran Orangutan? Begini Penjelasan Kementerian LHK

Kementerian LHK menegaskan, pusat pembangunan ibu kota negara (IKN) di luar kantong sebaran, habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Kamis, 24 Februari 2022
A A
Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian LHK.Foto ksdae.menlhk.go.id.

Wiratno, Direktur Jenderal KSDAE, Kementerian LHK.Foto ksdae.menlhk.go.id.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) merespons isu lokasi pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan kantong, habitat Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus).

Direktur Jenderal KSDAE, Wiratno menegaskan, pusat IKN bekas kawasan hutan tanaman industri (HTI), bukan merupakan hutan primer lagi.

Peta sebaran orangutan di wilayah IKN, kata Wiratno, berdasarkan Population and Habitat Viability Analysis (PHVA) 2016 populasi Orangutan Kalimantan terbagi ke dalam 17 lansekap yaitu; lansekap Beratus, Sungai Wain, TN Kutai-Bontang, Belayan–Senyiur, Wehea–Lesan, Sangkulirang, Tabin, Area Hutan Tengah, Kinabatangan Rendah, Kinabatangan Utara, Ulu Kalumpang, Crocker, Lingkabau, Bonggaya, Ulu Tungud, Trus madi, Sepilok, dengan total jumlah orangutan sebanyak 14.540.

Baca Juga: Sejarawan UGM: Nama IKN Sebaiknya Tak Hilangkan Nilai Historis Budaya Asal

“Orangutan terdekat dengan IKN hanya di lansekap Sungai Wain. Orangutan yang terdapat di areal Sungai Wain adalah orangutan hasil rehabiltasi,” kata Wiratno.

Jumlah orangutan dari ketiga pusat rehabilitasi, Samboja (BOSF), Jejak Pulang dan Pusat Suaka orangutan Arsari Itciku adalah sebagai berikut: (1) Sungai Wain (tahun 1992-1997) sejumlah 78 orangutan; (2) Meratus (tahun 1997-2002) sejumlah 338 orangutan; dan (3) KJ7 (tahun 2012-2021) sejumlah 126 orangutan.

“Tempat pelepasliaran ini berada di zona luar pembangunan IKN,” tegas Wiratno dalam siaran pers, Rabu, 23 Februari 2022.

Baca Juga: Bayi Orangutan Kalimantan ke-102 Lahir di Suaka Margasatwa Lamandau

Untuk antisipasi agar orangutan tidak ke zona IKN, kata Wiratno, dilakukan upaya antisipatif bersama dengan para pihak, antara lain membangun koridor satwa liar, memulihkan ekosistem untuk memperbanyak kluster habitat satwa, terutama di bekas tambang, dan melaukan mobilisasi Wildlife Respon Unit (WRU), serta mengoperasionalkan call center untuk menerima laporan masyarakat, agar dapat dilakukan respon cepat apabila ditemukan orangutan yang keluar dari tempat rehabilitasinya.

Wiratno menegaskan bahwa kenyataan ini sangat bertolak belakang dengan isu terfragmentasinya habitat orangutan karena adanya pembangunan IKN.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: Ditjen KSDAEIKNKabupaten Penajam Paser UtaraKementerian LHKKonservasi orangutanKonservasi satwaorangutanOrangutan kalimantanProvinsi Kalimantan Timur

Editor

Next Post
Ilustrasi disinformasi. Foto Wokandapix/pixabay.com.

Akun Medsos Ketua Umum AJI Indonesia Diretas dan Disalahgunakan

Discussion about this post

TERKINI

  • Pakar Pencemaran dan Toksikologi IPB University, Prof. Etty Riani. Foto Dok. Harita.Etty Riani, Sampah Muara Angke Ancam Ekosistem Mangrove
    In Sosok
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Tanggul laut raksasa di pantai utara Jakarta. Foto SDA PU.Menteri Jumhur: Giant Sea Wall Bukan Solusi Tunggal Rob Pantura, Penanaman Air Solusi Tanah Amblas
    In Lingkungan
    Sabtu, 6 Juni 2026
  • Beberapa pulau-pulau kecil di Raja Ampat, Papua Barat Daya tampak gundul akibat penambangan nikel. Foto Dok. AMAN.Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pembangunan Ekstraktif di Papua Sumbang 70 Persen Deforestasi Nasional
    In Lingkungan
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Rakor kesiapsiagaan menghadapi kemaru 2026 di Jawa Barat. Foto Dok. BMKG.Antisipasi Kekeringan 2026, TNI AD Pilih Lakukan Pengeboran Sumur
    In News
    Jumat, 5 Juni 2026
  • Ilustrasi bandara antariksa. Foto www.gov.u.LBH Papua Kecam Rencana Pengukuran Lokasi Bandar Antariksa di Biak Numfor
    In News
    Kamis, 4 Juni 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media