Senin, 12 Oktober 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Alasan Penggemar Gaya Hidup Sehat Pilih Dada Ayam dan Hindari Sayap Ayam

Di sisi lain, kandungan kolesterol daging ayam lebih rendah dibandingkan dengan daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba.

Minggu, 29 Desember 2024
A A
Ilustrasi dada ayam tanpa kulit. Foto kakyusei/pixabay.com.

Ilustrasi dada ayam tanpa kulit. Foto kakyusei/pixabay.com.

Share on FacebookShare on Twitter

Kandungan kolesterol tentunya menjadi bahan pertimbangan dalam memilih potongan daging ayam. Ronny menjelaskan, kandungan kolesterol pada 100 gr dada ayam sebesar 85 miligram (mg) atau mencakup 28 persen dari kebutuhan kolesterol harian.

Sementara, paha ayam bagian bawah mengandung 67 mg kolesterol. Lalu, daging paha atas tanpa kulit mengandung kolesterol yang lebih tinggi, yaitu 98 mg.

Baca juga: Nyoman Kertia, Tanaman Herbal Potensial Gantikan Obat-obatan Kimia

“Bagi penggemar sayap ayam, perlu diperhatikan karena 100 gr sayap ayam mengandung kolesterol paling tinggi, yaitu 111 mg. Lebih buruk lagi apabila sayap ayam ini digoreng,” ungkap dia.

Fakta lainnya, bahwa kandungan kolesterol dada ayam lebih rendah dibandingkan dengan kandungan kolesterol telur ayam. Namun, kenaikan level kolesterol darah dari telur yang dikonsumsi tidak setinggi apabila mengonsumsi lemak jenuh dari sumber protein hewani lainnya.

Berdasarkan berbagai hasil penelitian, Ronny mengungkap bahwa kandungan kolesterol daging ayam lebih rendah dibandingkan dengan daging merah, seperti daging sapi, kambing, dan domba. Di samping itu, daging merah mengandung asam lemak jenuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan daging ayam.

Baca juga: ISO 22328-3, Standar Sistem Peringatan Dini Tsunami Berbasis Masyarakat

“Pada dasarnya, mengonsumsi daging merah, makanan yang digoreng, dan makanan yang dipanggang akan meningkatkan level low-density lipoprotein (LDL) cholesterol. Makanan yang digoreng mengandung kolesterol yang lebih tinggi. Makanan yang sudah diproses, termasuk daging ayam biasanya mengandung kolesterol dan asam lemak jenuh yang lebih tinggi,” papar dia.

Daging ayam merupakan sumber protein yang sangat baik dengan harga yang lebih terjangkau apabila dibandingkan sumber protein lain, seperti daging sapi. Selain kandungan protein, kandungan kalori dan kolesterol daging ayam juga perlu dipertimbangkan.

Baca juga: Jelang Natal 2024, Banjir dan Longsor di Mandailing Natal, Situbondo dan Tarakan

Ronny mengimbau, jika ingin mengurangi berat badan, maka sumber protein yang paling baik adalah dada ayam karena memiliki kandungan protein tertinggi, energi rendah, serta kolesterol yang juga rendah.

Namun, bagi orang yang ingin meningkatkan massa otot atau menambah bobot badan, pilihan yang tepat adalah paha atas, paha bawah atau sayap. [WLC02]

Sumber: IPB University

Terkait

Page 2 of 2
Prev12
Tags: dada ayamgaya hidup sehatIPB UniversityProf. Ronny Rachman Noortanpa kulit

Editor

Next Post
Suasana pemandian air panas di TWA Lejja di Soppeng,Sulsel. Foto Dok. BBKSDA Sulsel.

Berendam dalam Air Panas 60 derajat Celcius di TWA Lejja

Discussion about this post

TERKINI

  • Aksi Hari Tani Nasional 2025 mengusung desakan reforma agraria, 24 September 2025. Foto KPA.Koalisi Masyarakat Sipil untuk Keadilan Agraria Kritik Penunjukan Kepala BRAN
    In News
    Jumat, 2 Oktober 2026
  • Pusat gempa dangkal 5,4 magnitudo di Pantai Timur Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis malam, 1 Oktober 2026. Foto tangkap layar BMKG.Gempa Dangkal di Laut Flores Kepulauan Selayar Dirasakan IV MMI
    In News
    Kamis, 1 Oktober 2026
  • Peoples’ Conservation Summit (PCS) 2026: Road to COP-17 CBD, Armenia, digelar sejak 1 hingga 3 September 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas, UGM, Yogyakarta.PCS 2026 Hasilkan Deklarasi Konservasi Rakyat Indonesia
    In News
    Sabtu, 5 September 2026
  • Ilustrasi anak-anak bermain di wilayah konservasi. Foto Sasint/Pixabay.com.PCS 2026: Kisah Masyarakat Adat Mengupayakan Konservasi, Melawan Marjinalisasi
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
  • Ilustrasi satu kesatuan hubungan manusia dengan alam dalam konservasi. Foto Charlvera/AI/Pixabay.com.PCS 2026: Wilayah Konservasi Bukan Ruang Kosong, Ada Kesatuan Manusia dengan Alam
    In Lingkungan
    Jumat, 4 September 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media