Selasa, 12 Mei 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Nyoman Kertia, Tanaman Herbal Potensial Gantikan Obat-obatan Kimia

Minim minat untuk memberdayakan metode pengobatan tradisional dalam praktik medis. Pilih menggunakan bahan baku obat kimia yang 90 persen masih impor.

Jumat, 27 Desember 2024
A A
Pakar tanaman obat tradisional, Prof. Nyoman Kertia. Foto Istimewa.

Pakar tanaman obat tradisional, Prof. Nyoman Kertia. Foto Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Salah satu Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Nyoman Kertia memiliki ketertarikan pada obat-obatan tradisional dalam terapan medis modern. Ketertarikannya berangkat dari potensi biodiversitas tanaman herbal Indonesia yang belum banyak dikembangkan.

Sementara 90 persen bahan baku obat kimia sejauh ini masih impor. Kondisi ini menjadi salah satu keresahan Kertia dalam menekuni riset bidang obat-obatan tradisional.

“Akademisi mestinya tidak terjajah oleh pemikiran dan standar barat. Tanaman obat, jika diolah dengan baik, maka akan menjadi obat yang sangat berkhasiat dan aman,” tutur Kertia di Kampus UGM, Jumat, 27 Desember 2024.

Baca juga: ISO 22328-3, Standar Sistem Peringatan Dini Tsunami Berbasis Masyarakat

Ia menyayangkan minim minat untuk memberdayakan metode pengobatan tradisional dalam praktik medis. Padahal potensi tanaman herbal yang dimiliki bangsa Indonesia sebenarnya mampu menggantikan obat-obatan kimia dalam pengobatan modern.

Sementara masyarakat saat ini banyak mengalami gejala-gejala akibat pola makan tidak teratur dan junk food, seperti diabetes, kolesterol, asam urat, bahkan komplikasi stroke dan jantung yang bisa mengancam nyawa. Sayangnya, metode pengobatan tradisional terhadap penyakit tersebut sudah lama ditinggalkan karena pengobatan modern dinilai lebih efektif.

“Banyak masyarakat yang mengalami stress dan penyakit jiwa akibat melupakan konsep hidup ‘nrimo ing pandum’, ‘urip iku urup’,” ujar Dosen Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM (FK-KMK) UGM asal Buleleng, Bali ini.

Baca juga: Jelang Natal 2024, Banjir dan Longsor di Mandailing Natal, Situbondo dan Tarakan

Sebagai Ketua Dewan Jamu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Ketua Tim Pengembangan Obat Bahan Alam RSUP Dr. Sardjito FK-KMK UGM, Kertia gencar melakukan penelitian untuk mengembangkan obat-obatan yang berbahan dasar herbal.

“Riset yang saya lakukan cukup banyak, misalnya riset temulawak, jahe, kunyit, kulit udang, kedelai, ciplukan, pegagan, obat pikun, serta penyusunan program Yogyakarta Sehat Lestari yang menjadi pedoman pengembangan kesehatan di DIY,” terang dia.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: FK-KMK UGMNyoman Kertiaobat kimiatanaman herbal

Editor

Next Post
Ilustrasi tsunami. Foto KELLEPICS/pixabay.com.

Riset BRIN, Potensi Tsunami di Jakarta 2,5 Jam Usai Megathrust Selatan Jawa

Discussion about this post

TERKINI

  • Ilustrasi ,krisis air bersih. Foto Andres_maura_ph/Pixabay.com.Pemerintah Harus Antisipasi Krisis Sampah dan Air Bersih Dampak Godzilla El Niño 2026
    In Lingkungan
    Senin, 11 Mei 2026
  • Ilustrasi tikus pembawa virus. Foto Sipa/Pixabay.com.Mengenal Virus Hanta Tipe HFRS di Indonesia dan Tipe HPS di Kapal Pesiar
    In Rehat
    Senin, 11 Mei 2026
  • Tim SAR gabungan membawa kantong jenazah korban erupsi gunung api Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, 10 Mei 2026. Foto Basarnas.Pendakian Gunung Dukono Ditutup April 2026, Tiga Pendaki Tewas Mei 2026
    In Traveling
    Minggu, 10 Mei 2026
  • Suasana salah satu tempat pembuangan sampah sementara di Kota Yogyakarta. Foto Dok. Forpi Kota YogyakartaKritik Walhi Yogyakarta, PSEL Menyeret Daerah Tergantung pada Pasokan Sampah
    In Lingkungan
    Sabtu, 9 Mei 2026
  • Official trailer film Pesta Babi. Foto Indonesia Baru/YouTube.SIEJ: Larangan Nobar Pesta Babi Sensor Pengungkapan Peminggiran Hak Masyarakat Adat
    In News
    Sabtu, 9 Mei 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media