Selasa, 18 Agustus 2026
wanaloka.com
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video
No Result
View All Result
wanaloka.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

Berendam dalam Air Panas 60 derajat Celcius di TWA Lejja

Pada hari-hari tertentu, wisatawan dapat mendokumentasikan acara ritual atau upacara adat yang dilaksanakan di lingkungan pemandian air panas.

Minggu, 29 Desember 2024
A A
Suasana pemandian air panas di TWA Lejja di Soppeng,Sulsel. Foto Dok. BBKSDA Sulsel.

Suasana pemandian air panas di TWA Lejja di Soppeng,Sulsel. Foto Dok. BBKSDA Sulsel.

Share on FacebookShare on Twitter

Wanaloka.com – Taman Wisata Alam (TWA) Lejja di Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan menjadi salah satu lokasi wisata jujugan selama libur Natal 2024 pada 25-26 Desember 2024. Tercatat sebanyak 628 orang wisatawan datang berkunjung dengan total Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp9.420.000.

TWA Lejja merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor : 169/Kpts-II/2000 tertanggal 29 Juni 2000 seluas 1.318 hektare. Potensi wisata alam yang terdapat di TWA Lejja antara lain berupa :

Pertama, pemandian air panas.

Baca juga: Alasan Penggemar Gaya Hidup Sehat Pilih Dada Ayam dan Hindari Sayap Ayam

Fenomena alam yang menjadi obyek utama adalah air panas. Terdapat sumber air panas belerang dengan suhu mencapai 60 derajat Celcius yang dipercaya dapat menyembuhkan gatal-gatal dan rematik. Dari sumber air panas, air dialirkan ke bak penampungan dan kolam pemandian umum serta kolam pemandian privasi.

Kedua, air terjun.

Agak jauh dari pemandian air panas, terdapat air terjun yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi alternatif. Namun untuk mencapai lokasi air terjun harus menyewa kendaraan karena tidak ada transportasi umum.

Baca juga: BRIN dan Undip Kembangkan Beras Biosalin dari Padi yang Tahan Air Laut

Ketiga, kebudayaan dan adat.

Pada hari-hari tertentu, wisatawan dapat mendokumentasikan acara ritual atau upacara adat yang dilaksanakan di lingkungan pemandian air panas.

Keempat, potensi keanekaragaman hayati.

Baca juga: BMKG Inpeksi Kesiapan Alat Pemantauan Gempa dan Tsunami di Bali

Kawasan TWA Lejja menyimpan keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, baik flora maupun fauna. Di sekitar lokasi pemandian air panas terdapat habitat kera hitam (Macaca maura). Selain kera hitam, fauna lain yang dapat ditemui antara lain rusa, babi hutan, rangkong, musang, kadal, kus kus, ular sawah, raja udang, dan ayam hutan.

Sedangkan untuk flora antara lain ada kemiri, enau, ketapang, kayu hitam, rotan, beberapa jenis anggrek seperti Aerides odorata dan Nervilia aragoana, kenanga, manga, kedawung, kesambi, bitti.

Tugas Tim TWA dan imbauan bagi pengunjung

Meskipun cuaca selama periode libur tersebut sempat diwarnai hujan ringan dan angin kencang pada pagi hari dan berangsur cerah menjelang sore. Menurut pihak Balai Besar KSDA, kondisi kawasan wisata alam TWA Lejja tetap kondusif dan aman untuk para pengunjung. Petugas di lapangan melakukan pemantauan.

Terkait

Page 1 of 2
12Next
Tags: BBKSDA Sulawesi Selatanpemandian air panasTWA Lejja

Editor

Next Post
Masyarakat Pulau Rempang tetap menolak penggusuran dan proyek pabrik kaca. Foto Instagram Walhi Riau dan LBH Pekanbaru.

Hanya Dua dari Puluhan Pelaku Penyerangan Masyarakat Rempang Jadi Tersangka

Discussion about this post

TERKINI

  • Diskusi dan pemutaran film Film dokumenter “Jejak Kolonial di Hutan Jawaˮ dalam Festival Udin 2026, 15 Agustus 2026. (Dok. Festival Udin 2026)Co-firing Biomassa dari Proyek Bioenergi Kayu di Jawa Korbankan Ekosistem Hutan dan Masyarakat
    In Lingkungan
    Selasa, 18 Agustus 2026
  • Upacara rakyat di Kendeng, Kabupaten Pati, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Upacara Rakyat di Kendeng Dihadiri Warga dan Petani yang Melawan Penambangan Karst
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Upacara peringatan kemerdekaan RI oleh warga Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri di lahan pertaniannya, 17 Agustus 2026. (Foto Istimewa)Warga Pracimantoro: Kami Bukan Melawan Pembangunan, Kami Menjaga Kehidupan
    In News
    Senin, 17 Agustus 2026
  • Ilustrasi gerhana matahari total. Foto Dok. BMKG.Masyarakat Indonesia Bisa Saksikan Fase Gerhana Matahari Total 12 Agustus di Kanal NASA
    In News
    Minggu, 9 Agustus 2026
  • Bencana ekologis di Sumatra. Foto Walhi.Deklarasi Desk Disaster Walhi: Hentikan Narasi “Bencana Alam” untuk Menghapus Tanggung Jawab
    In Lingkungan
    Rabu, 5 Agustus 2026
wanaloka.com

©2026 Wanaloka Media

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

No Result
View All Result
  • Home
  • Indepth
  • Lingkungan
  • Sosok
  • News
  • Foto
  • Bencana
  • Traveling
  • IPTEK
  • Rehat
  • Video

©2026 Wanaloka Media